Minggu, 19 Juli 2026

Kitāb Khazīnat al-Asrār halaman 159 membahas khasiat Surat Al-Ikhlas

 




Halaman ini adalah halaman 159 (ditunjukkan oleh angka Arab Timur ١٥٩ di bagian atas tengah). Teks ini melanjutkan pembahasan mengenai keutamaan, rahasia spiritual, serta ganjaran surgawi bagi orang yang merutinkan membaca Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallāhu Ahad).

Berikut detailnya untuk memudahkan Anda:

  • Nomor Halaman Kitab: Di bagian atas tengah halaman tertulis angka Arab (١٥٩) yang berarti 159.

  • Nomor Halaman PDF: Jika melihat tanda samar di pojok kanan bawah aplikasi PDF Reader Anda, halaman file digitalnya menunjukkan urutan ke-163.

Informasi Tambahan Menarik di Halaman Ini:

Meskipun Anda belum sampai ke halaman 168 (Bab Surat Al-Waqiah), di halaman 159 ini ternyata juga memuat amalan rezeki!

Teks pada lembar ini masih membahas khasiat Surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad). Pada baris pertengahan (sekitar baris ke-16 dari atas), terdapat kalimat yang berbunyi:

...يوسع الله تعالى عليه للرزق ويمد له في العمر ويكفيه المهم من الامور كلها...

"...Allah Ta'ala akan melapangkan rezeki baginya, memanjangkan umurnya, dan mencukupkan baginya segala perkara/urusan yang penting..."

Artinya, jika Anda mengamalkan apa yang tertera di halaman 159 ini (membaca Surat Al-Ikhlas dengan aturan/jumlah yang disebutkan di baris-baris atasnya), salah satu fadhilah utamanya adalah kelapangan rezeki dan kecukupan hidup.

Berikut adalah transliterasi dan terjemahan per baris secara lengkap:

Baris 1

  • Transliterasi: minas-sa‘īri innī ra’aitu syaikhan fil-Masjidil-Ḥarāmi fī Ramāḍāna sanata ithnaini wa sittīna wa mi’atin wa alfin

  • Terjemahan: dari api neraka. Sesungguhnya aku melihat seorang syekh di Masjidil Haram pada bulan Ramadan tahun 1262 (Hijriah)

Baris 2

  • Transliterasi: yaqra’u Sūratil-Ikhlāṣi ‘inda bābid-Dāwūdiyyati lailan wa nahāran kulla Ramāḍāna fa-qabbaltu yadahu fa-qultu yā sayyidī

  • Terjemahan: ia membaca Surah Al-Ikhlas di dekat pintu Ad-Dawudiyyah siang dan malam setiap bulan Ramadan, lalu aku mencium tangannya dan berkata: "Wahai tuanku

Baris 3

  • Transliterasi: wa mawlāya innī arāka kulla yaumin taqra’u Qul Huwallāhu Aḥad akhbirnī ‘an fawā’idihā wa asrārihā fa-qāla a‘taqtu

  • Terjemahan: dan majikanku, sesungguhnya aku melihatmu setiap hari membaca 'Qul Huwallahu Ahad'. Beritahukanlah kepadaku tentang faedah dan rahasia-rahasianya!" Maka ia berkata: "Aku telah memerdekakan

Baris 4

  • Transliterasi: raqabatī minan-nāri yā waladī wa asyāra bi-yadihī ilā ‘unuqihī fa-qultu ajiznahā fa-ajāzanī wa adhina lī bil-barakati

  • Terjemahan: leherku dari api neraka, wahai anakku," seraya mengisyaratkan tangannya ke lehernya. Aku berkata: "Ijazahkanlah ia kepadaku!" Maka ia mengijazahkanku dan mengizinkanku dengan keberkahan

Baris 5

  • Transliterasi: fīhā waffaqanillāhu wa iyyākum li-qirā’atihā alfa marratin wa bihāl-ijāzatu liman qara’ahā bil-khaṭṭi wal-kitābati bārakallāhu lanā

  • Terjemahan: di dalamnya. Semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kalian untuk membacanya 1.000 kali, dan dengannya ijazah ini berlaku bagi siapa saja yang membaca melalui tulisan dan manuskrip. Semoga Allah memberkahi kita

Baris 6

  • Transliterasi: wa lakum wa fataḥa ‘alainā wa ‘alaikum ja‘alanillāhu wa iyyākum minal-mukhliṣīna bi-ḥurmatil-ikhlāṣ (wa akhraja) ibnu

  • Terjemahan: dan kalian, serta membukakan (pintu rahmat) bagi kami dan kalian. Semoga Allah menjadikan aku dan kalian termasuk orang-orang yang ikhlas demi kehormatan surah Al-Ikhlas. (Dan meriwayatkan) Ibnu

Baris 7

  • Transliterasi: as-Sunniyyu ‘an ‘Ā’isyata raḍiyallāhu ta‘ālā ‘anhā ‘anin-Nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’a ba‘da ṣalātil-Jumu‘ati Qul Huwallāhu Aḥad wa Qul A‘ūdhu

  • Terjemahan: As-Sunni dari Aisyah—semoga Allah Ta'ala meridhainya—dari Nabi SAW: "Barangsiapa membaca setelah shalat Jumat 'Qul Huwallahu Ahad' dan 'Qul A'udzu

Baris 8

  • Transliterasi: bi-Rabbil-Falaqi wa Qul A‘ūdhu bi-Rabbin-Nāsi sab‘a marrātin a‘ādhahullāhu ta‘ālā bihā minas-sū’i ilal-Jumu‘atil-ukhrā (wa akhraja)

  • Terjemahan: bi Rabbil Falaq' dan 'Qul A'udzu bi Rabbin Nas' sebanyak tujuh kali, niscaya Allah Ta'ala akan melindunginya dengan surah-surah itu dari keburukan hingga Jumat berikutnya." (Dan meriwayatkan)

Baris 9

  • Transliterasi: Abūl-As‘ad al-Qusyairī fil-Arba‘īna ‘an Anasin raḍiyallāhu ta‘ālā ‘anhu ‘anin-Nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qāla man qara’a idhā sallamal-imāmu

  • Terjemahan: Abu al-As'ad al-Qushayri dalam kitab Al-Arba'in dari Anas—semoga Allah Ta'ala meridhainya—dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Barangsiapa membaca ketika imam mengucapkan salam

Baris 10

  • Transliterasi: yaumal-Jumu‘ati qabla an yathniya rijlaihi Fātiḥatal-Kitābi wa Qul Huwallāhu Aḥad wa Qul A‘ūdhu bi-Rabbil-Falaqi wa Qul A‘ūdhu bi-Rabbin-Nāsi sab‘an

  • Terjemahan: pada hari Jumat sebelum ia melipat (mengubah posisi) kedua kakinya: Fatihah al-Kitab (Al-Fatihah), 'Qul Huwallahu Ahad', 'Qul A'udzu bi Rabbil Falaq', dan 'Qul A'udzu bi Rabbin Nas' sebanyak tujuh kali,

Baris 11

  • Transliterasi: sab‘an ghufira lahū mā taqaddama min dhanbihī wa mā ta’akhkhara kadhā fil-Jāmi‘iṣ-Ṣaghīr (wa ruwiya) fil-ḥadīthi ‘an Wakī‘in ‘an Isrā’īla

  • Terjemahan: masing-masing tujuh kali, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Demikian disebutkan dalam Al-Jami' ash-Shaghir. (Dan diriwayatkan) dalam sebuah hadis dari Waki' dari Israil

Baris 12

  • Transliterasi: ‘an Ibrāhīma ‘an ‘Abdillāhil-A‘lā ‘an ibni Jubairin ‘an ibni ‘Abbāsin raḍiyallāhu ‘anhum ajma‘īna qāla qāla Rasūlallāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama

  • Terjemahan: dari Ibrahim dari Abdullah al-A'la dari Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas—semoga Allah meridhai mereka semua—ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

Baris 13

  • Transliterasi: kuntu akhsyāl-‘adhāba ‘alā ummatī bil-laili wan-nahāri ḥattā jā’anī Jibrīlu ‘alaihis-salāmu bi-sūrati Qul Huwallāhu Aḥad fa-‘alimtu anna

  • Terjemahan: "Aku tadinya mengkhawatirkan azab menimpa umatku pada waktu malam dan siang, hingga Jibril 'Alaihissalam datang kepadaku membawa surah 'Qul Huwallahu Ahad'. Maka aku pun tahu bahwa

Baris 14

  • Transliterasi: Allāha tabāraka wa ta‘ālā lā yu‘adhdhibu ummatī ba‘da nuzūli Qul Huwallāhu Aḥad li-annahā nisbatullāhi ‘azza wa jalla fa-man ta‘ahhada qirā’atahā

  • Terjemahan: Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak akan mengazab umatku setelah turunnya 'Qul Huwallahu Ahad', karena surah itu adalah nisbah (sifat kesucian) Allah Azza wa Jalla. Maka barangsiapa yang merutinkan membacanya,

Baris 15

  • Transliterasi: tanātsaral-birru min ‘anānis-samā’i ‘alā mafriqi ra’sihī wa nazalat ‘alaihis-sakīnatu wa taghsyāhur-raḥmatu lahū dawiyyun ḥawlal-‘arsyi

  • Terjemahan: kebaikan akan berjatuhan dari awan langit ke atas puncak kepalanya, ketenangan akan turun kepadanya, rahmat akan meliputinya, dan baginya suara gemuruh di sekitar Arsy

Baris 16

  • Transliterasi: ḥattā yanẓurallāhu ilā qāri’ihā fa-yaghfira lahū maghfiratan lā yu‘adhdhibu bihā abadan thumma lam yas’alhu syai’an illā a‘ṭāhu wa ja‘alahū fī ḥirzihī

  • Terjemahan: hingga Allah melihat kepada pembacanya lalu mengampuninya dengan ampunan yang membuatnya tidak akan diazab selama-lamanya. Kemudian, tidaklah ia meminta sesuatu melainkan Allah akan memberinya dan menjadikannya dalam perlindungan-Nya

Baris 17

  • Transliterasi: wa kilā’atihī wa yakūnu lahū min yaumi qara’ahā ilā yaumil-qiyāmati min kulli khairin a‘addahullāhu li-awliyā’ihī wa ahli ṭā‘atihī min khairayid-

  • Terjemahan: dan penjagaan-Nya. Dan ia akan memperoleh—sejak hari ia membacanya hingga hari kiamat—segala kebaikan yang telah Allah sediakan untuk para wali-Nya dan orang-orang yang taat kepada-Nya, baik kebaikan

Baris 18

  • Transliterasi: dunā wal-ākhirati an-naṣībul-wāfiru wa yuwas-si‘ullāhu ta‘ālā ‘alaihi lir-rizqi wa yumaddu lahū fil-‘umri wa yakfīhil-muhimma minal-umūri kullihā

  • Terjemahan: dunia maupun akhirat dengan bagian yang melimpah. Allah Ta'ala juga akan melapangkan rezekinya, memanjangkan umurnya, dan mencukupkan baginya urusan-urusan penting semuanya.

Baris 19

  • Transliterasi: wa lā yadhūqu sakarātil-mauti wa yanjū min ‘adhābil-qabri wa lā yakhāfu idhā khāfal-‘ibādu wa idhā wāfā lil-jamī‘i atūhu

  • Terjemahan: Ia tidak akan merasakan sakaratul maut, selamat dari azab kubur, tidak merasa takut ketika hamba-hamba lain ketakutan, dan apabila ia mendatangi tempat perkumpulan (mahsyar), para malaikat akan mendatanginya

Baris 20

  • Transliterasi: bi-najībatin min durratin baiḍā’a fa-yarkabuhā fa-tamurru bihī ḥattā yaqifa baina yadāyillāhi ta‘ālā fa-yanẓurallāhu ta‘ālā ilaihi bir-raḥmati wa yukrimuhū

  • Terjemahan: dengan kendaraan mulia dari mutiara putih, lalu ia mengendarainya hingga berdiri di hadapan Allah Ta'ala. Maka Allah Ta'ala akan memandangnya dengan penuh rahmat dan memuliakannya

Baris 21

  • Transliterasi: bil-jannati yatabawwa’u minhā ḥaithu syā’a fa-ṭūbā li-qāri’ihā fa-innahū mā min aḥadin yaqra’u Qul Huwallāhu Aḥad marratan illā wakkalallāhu ta‘ālā

  • Terjemahan: dengan surga, ia dapat menempatinya di mana saja ia kehendaki. Maka beruntunglah orang yang membacanya! Karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang membaca 'Qul Huwallahu Ahad' satu kali melainkan Allah Ta'ala mengutus

Baris 22

  • Transliterasi: al-malā’ikata yaḥfaẓūnahū min baini yadaihi wa min khalfihī wa yastaghfirūna lahū wa yaktubūna lahul-ḥasanāti ilā yaumi

  • Terjemahan: para malaikat untuk menjaganya dari arah depan dan belakangnya, serta mereka memohonkan ampunan baginya dan menuliskan kebaikan-kebaikan untuknya hingga hari

Baris 23

  • Transliterasi: yamūtu wa yaghrisūna lahū bi-kulli ḥarfin min Qul Huwallāhu Aḥad nakhlatan ṭūluhā alfu farsakhin wa ‘alā kulli nakhlatin alfu syamrākhin

  • Terjemahan: ia wafat. Dan mereka menanamkan untuknya—bagi setiap huruf dari 'Qul Huwallahu Ahad'—satu pohon kurma yang tingginya seribu farsakh, dan pada setiap pohon kurma ada seribu tangkai,

Baris 24

  • Transliterasi: wa ‘alā kulli syamrākhin bi-‘adadi ramli ‘Ālijin bisirri kulli busratin minhā mithla qullatin min qilālil-jabali yuḍī’u barīquhā ghuṣnan

  • Terjemahan: dan pada setiap tangkai terdapat buah sebanyak butiran pasir gurun 'Alij; rahasia setiap buah kurma mudanya berukuran seperti kendi besar dari kendi-kendi gunung, kilau cahayanya menyinari cabang-cabangnya

Baris 25

  • Transliterasi: kamā bainas-samā’i wal-arḍi wan-nakhlatu minadh-dhahabil-aḥmari wal-yusratu durratun baiḍā’u mukhtalifatul-alwāni ḥulaluhā

  • Terjemahan: bagaikan jarak antara langit dan bumi. Pohon kurma itu terbuat dari emas merah, dan kemudahannya (buahnya) berupa mutiara putih dengan beraneka macam warna, perhiasannya

Baris 26

  • Transliterasi: wa ḥulyuhā wa man qara’a Qul Huwallāhu Aḥad wakkala bihī alfu malakin yabnūna lahū madā’ina wa quṣūran wa yaghrisūna ḥawla

  • Terjemahan: dan permatanya sangat indah. Dan barangsiapa membaca 'Qul Huwallahu Ahad', Allah akan mengutus seribu malaikat bersamanya untuk membangun kota-kota dan istana-istana untuknya, serta menanam di sekitar

Baris 27

  • Transliterasi: al-madā’ini wal-quṣūri asyjāran minar-rayāḥīni wats-thimāri wa yamsyī ‘alal-arḍi wal-arḍu tafraḥu bihī wa yamūtu

  • Terjemahan: kota dan istana itu pohon-pohon dari tanaman wewangian dan buah-buahan. Ia pun berjalan di atas bumi dalam keadaan bumi merasa gembira dengannya, dan ia wafat

Baris 28

  • Transliterasi: maghfūradh-dhunūbi fa-idhā qāma baina yadāyillāhi ta‘ālā taqūlu lahū absyir wa qarra ‘ainan bi-mālaka ‘indī minal-karāmati fa-ta‘ajjabu

  • Terjemahan: dalam keadaan diampuni dosa-dosanya. Apabila ia bangkit berdiri di hadapan Allah Ta'ala, Allah akan berfirman kepadanya: "Bergembiralah dan sejukkanlah pandangan matamu dengan kemuliaan yang engkau miliki di sisi-Ku!" Maka kagum pula

Baris 29

  • Transliterasi: al-malā’ikatu min qurbihī minallāhi ta‘ālā wa karāmatihī iyyāhu fa-ya’murullāhul-Lauḥal-Maḥfūẓa an yaqra’a ‘alaihi thawābahu bi-qirā’ati

  • Terjemahan: para malaikat karena kedekatannya dengan Allah Ta'ala dan kemuliaan-Nya kepadanya. Lalu Allah memerintahkan Lauhul Mahfuz untuk membacakan kepadanya pahala atas pembacaannya

Baris 30

  • Transliterasi: Qul Huwallāhu Aḥad fa-yaqra’u ‘alaihil-Lauḥu fa-yata‘ajjabu minhu sukkānus-samā’i fa-yaqūlūna Subḥāna Rabbinā hal yakūnu fī

  • Terjemahan: 'Qul Huwallahu Ahad'. Maka Lauhul Mahfuz membacakannya kepadanya, sehingga takjublah para penduduk langit seraya berkata: "Maha Suci Tuhan kami! Apakah ada pada

Baris 31

  • Transliterasi: mithli hādhā fa-yaqūlullāhu ta‘ālā fa-innī asta‘iddu li-‘abdī hādhā farghabū fī qirā’ati Qul Huwallāhu Aḥad fa-inna qirā’atahā

  • Terjemahan: yang semisal ini?" Maka Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Aku telah menyiapkannya untuk hamba-Ku ini. Maka senangkanlah diri kalian dalam membaca 'Qul Huwallahu Ahad', karena sesungguhnya membacanya

Baris 32

  • Transliterasi: barā’atun minan-nāri fa-man qara’a Qul Huwallāhu Aḥad marratan syahida lahū sab‘ūna alfa malakin bil-jannati wa kutiba lahū thawābu sab‘imi’ati

  • Terjemahan: adalah pembebasan dari api neraka. Barangsiapa membaca 'Qul Huwallahu Ahad' satu kali, niscaya tujuh puluh ribu malaikat akan bersaksi untuknya dengan surga, dan ditulis baginya pahala tujuh ratus

Baris 33

  • Transliterasi: alfi malakin fa-yaqūlullāhu ta‘ālā yā malā’ikatī unẓurū mā yurīdu ‘abdī fa-a‘ṭūhu wa Huwa a‘lamu bi-ḥājatihī fa-man ḥāfaẓa ‘alā

  • Terjemahan: ribu malaikat. Lalu Allah Ta'ala berfirman: 'Wahai malaikat-Ku, lihatlah apa yang diinginkan oleh hamba-Ku ini lalu berikanlah kepadanya!'—padahal Dia lebih mengetahui hajatnya. Maka barangsiapa yang menjaga

Baris 34

  • Transliterasi: qirā’atihā katabahullāhu ta‘ālā minal-fā’izīnal-qā’imīnaṣ-ṣā’imīna fa-idhā kāna yaumul-qiyāmati qālatil-malā’ikatu yā Rabbi

  • Terjemahan: pembacaannya, Allah Ta'ala akan mencatatnya termasuk orang-orang yang beruntung, orang yang rajin shalat malam, dan orang yang rajin berpuasa. Apabila hari kiamat telah tiba, para malaikat berkata: "Wahai Tuhanku,

Baris 35

  • Transliterasi: hādhā yuḥibbu ṣifātika fa-yaqūlu lahum lā yabqā minkum malakun illā syayya‘ahū ilal-jannati fa-yaziffūnahū ilal-jannati kamā tuzafful-‘arūsu ilā baiti

  • Terjemahan: orang ini mencintai sifat-sifat-Mu." Maka Allah berfirman kepada mereka: "Tidak boleh tersisa dari kalian seorang malaikat pun melainkan harus mengantarkannya ke surga." Maka mereka mengaraknya ke surga sebagaimana pengantin diarak ke rumah

Baris 36

  • Transliterasi: zaujihā fa-idhā dakhalal-jannata wa naẓaral-malā’ikatu ilā darajātihī wa quṣūrihī fa-yaqūlūna yā Rabbinā mā bālu hādhā arfa‘a darajatan

  • Terjemahan: suaminya. Apabila ia telah masuk surga dan para malaikat melihat kepada derajat serta istana-istananya, mereka berkata: "Wahai Tuhan kami, mengapa orang ini memiliki derajat yang lebih tinggi

Baris 37

  • Transliterasi: wa manzilatun minal-ladhīna kānū ma‘ahū fa-yaqra’ūna kitābaka kullahū fa-yaqūlullāhu ta‘ālā innī arsaltu anbiyā’ī wa anzaltu ma‘ahum kutubī

  • Terjemahan: dan kedudukan daripada orang-orang yang bersamanya (dahulu), padahal mereka membaca seluruh kitab-Mu?" Maka Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Aku telah mengutus para nabi-Ku dan menurunkan kitab-kitab-Ku bersama mereka,

Baris 38

  • Transliterasi: wa bayyantu lahum mā anā ṣāni‘un bi-man āmana bī minal-karāmati wa mā anā mu‘adhdhibu man kadh-dhabanī wa anā ujāzī kullahum bi-qadri a‘mālihim min

  • Terjemahan: serta Aku terangkan kepada mereka apa yang akan Aku lakukan berupa kemuliaan bagi orang yang beriman kepada-Ku dan apa yang akan Aku azab bagi orang yang mendustakan-Ku. Dan Aku membalas mereka semua sesuai kadar amal mereka masing-masing dari



Teks pada gambar ini merupakan potongan catatan pinggir (hasyiyah) yang membahas tentang hakikat istighfar (memohon ampunan) dan taubat, serta peringatan agar tidak beristighfar hanya di lisan sementara hati lalai.

Berikut adalah transliterasi dan terjemahan per baris secara lengkap untuk memudahkan Anda mencocokkannya dengan gambar:

Transliterasi dan Terjemahan Per Baris

Baris 1

  • Transliterasi: ...ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama fī

  • Terjemahan: ...[Rasulullah] shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam

Baris 2

  • Transliterasi: al-majlisil-wāḥidi: Rabbi

  • Terjemahan: satu majelis (membaca): "Wahai Tuhanku,

Baris 3

  • Transliterasi: ghfir lī wa tub ‘alayya innaka

  • Terjemahan: ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau

Baris 4

  • Transliterasi: Antat-Tawwābur-Raḥīmu (d)

  • Terjemahan: Engkaulah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang." (HR. Abu Dawud),

Baris 5

  • Transliterasi: ḥub mi’ata marratin ‘ah ḥub

  • Terjemahan: (dan diriwayatkan oleh Ibn Hibban) sebanyak seratus kali.

Baris 6

  • Transliterasi: Wa mā aḥsana qawlar-Rabī‘i

  • Terjemahan: Dan alangkah indahnya perkataan Ar-Rabi'

Baris 7

  • Transliterasi: bni Khaitsam raḍiyallāhu Ta‘ālā

  • Terjemahan: ibn Khaitsam —semoga Allah Ta'ala meridhainya—

Baris 8

  • Transliterasi: ‘anhu: lā yaqul aḥadukum

  • Terjemahan: ketika berkata: "Janganlah salah seorang dari kalian mengucapkan:

Baris 9

  • Transliterasi: astaghfirullāha wa atūbu ilaihi

  • Terjemahan: 'Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya',

Baris 10

  • Transliterasi: fa-yakūnu dhanban wa kadhā bal

  • Terjemahan: sehingga ucapan itu (tanpa kesungguhan) malah menjadi dosa. Melainkan

Baris 11

  • Transliterasi: yaqūlu: Allāhummaghfir lī wa tub

  • Terjemahan: hendaklah ia mengucapkan: 'Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubat

Baris 12

  • Transliterasi: ‘alayya. Wa laisa kamā fa‘ala ba‘ḍu

  • Terjemahan: ku.' Dan tidaklah seperti yang dianggap oleh sebagian

Baris 13

  • Transliterasi: a’immatinā annal-istighfāra ‘alā

  • Terjemahan: imam kita, bahwa beristighfar dengan

Baris 14

  • Transliterasi: hādhal-wajhi yakūnu kadhiban

  • Terjemahan: cara seperti ini adalah sebuah kedustaan.

Baris 15

  • Transliterasi: bal huwa dhanbun fa-innahū idhā

  • Terjemahan: Bahkan, itu adalah sebuah dosa jika seseorang

Baris 16

  • Transliterasi: staghfara ‘an qalbin lāhin

  • Terjemahan: beristighfar dari hati yang lalai/lengah,

Baris 17

  • Transliterasi: wa lā yastaḥḍiru ṭalabal-maghfirati

  • Terjemahan: tidak menghadirkan kesadaran dalam memohon ampunan,

Baris 18

  • Transliterasi: wa lā yaltaja’u ilallāhi bi-qalbihī

  • Terjemahan: dan tidak bersandar kepada Allah dengan hatinya.

Baris 19

  • Transliterasi: fa-inna dhālika dhanbun ‘iqābuhū

  • Terjemahan: Maka sesungguhnya hal itu adalah dosa yang hukumannya

Baris 20

  • Transliterasi: al-ḥirmānu. Wa hādhā ka-qawli

  • Terjemahan: adalah keterhalangan (dari rahmat). Dan ini seperti perkataan

Baris 21

  • Transliterasi: Rābi‘ata: istighfārunā yaḥtāju ilā

  • Terjemahan: Rabi'ah (Al-Adawiyyah): "Istighfar kita membutuhkan

Baris 22

  • Transliterasi: stighfārin kathīrin. Wa ammā idhā qāla

  • Terjemahan: istighfar yang banyak." Adapun jika seseorang berkata:

Baris 23

  • Transliterasi: atūbu ilallāhi wa lam yatub falā syakka

  • Terjemahan: "Aku bertaubat kepada Allah," padahal ia tidak bertaubat, maka tidak diragukan lagi

Baris 24

  • Transliterasi: annahū kadhibun. Wa ammad-du‘ā’u bil-maghfirati

  • Terjemahan: bahwa itu adalah kedustaan. Adapun berdoa memohon ampunan

Baris 25

  • Transliterasi: wat-tawbati fa-innahū wa in kāna ghāfilan

  • Terjemahan: dan taubat, maka sesungguhnya walaupun ia sempat lalai,

Baris 26

  • Transliterasi: fa-qad yuṣādifu waqtan fa-yuqbalu

  • Terjemahan: terkadang doa itu bertepatan dengan waktu (mustajab) lalu dikabulkan

Baris 27

  • Transliterasi: du‘ā’uhū. Fa-man akthara ṭarqal-bābi

  • Terjemahan: doanya. Barangsiapa yang banyak mengetuk pintu,

Baris 28

  • Transliterasi: yūsyiku an yalija. Wa yuwaḍḍiḥu

  • Terjemahan: niscaya ia hampir saja bisa masuk. Dan hal itu diperjelas

Baris 29

  • Transliterasi: dhālika iktsāruhū ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.

  • Terjemahan: oleh banyaknya istighfar yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar