Rabu, 22 Juli 2026

Kitāb Khazīnat al-Asrār halaman 162 kombinasikan dengan membaca Surah Al-Ikhlas

 


Halaman ini membahas tentang kelanjutan fadhilah shalat sunnah setelah Maghrib dan Isya yang dikombinasikan dengan membaca Surah Al-Ikhlas, tata cara shalat hajat empat rakaat, fadhilah Ayat Kursi, hingga pembahasan teologis mendalam (dikutip dari Tafsir Al-Kabir karya Imam Fakhruddin Ar-Razi) mengenai alasan mengapa Surah Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur'an dan Surah Al-Kafirun setara dengan seperempat Al-Qur'an. 



1, qāla qālan-Nabiyyu ﷺ man ṣallā ba‘dal-maghribi rak‘ataini qabla an yanṭiqa ma‘a aḥadin yaqra’u fīl-ūlā bil-ḥamdu lillāhi, 

Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa shalat dua rakaat setelah Maghrib sebelum ia berbicara dengan siapa pun, ia membaca pada rakaat pertama 'Alhamdulillah' (Al-Fatihah)... 


2, wa Qul Yā Ayyuhal-Kāfirūna wa fīr-rak‘ati-th-thāniyati bil-ḥamdu lillāhi wa Qul Huwallāhu Aḥad kharaja min dhunūbihī kamā takhrujul-ḥayyatu min silkhihā, ...

dan 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun', dan pada rakaat kedua 'Alhamdulillah' (Al-Fatihah) dan 'Qul Huwallahu Ahad', niscaya ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana ular keluar dari kulitnya (setelah mengelupas)." 


3, (wa akhraja) al-Baihaqiyyu ‘an ibni ‘Abbāsin raḍiyallāhu ‘anhumā qāla man ṣallā rak‘ataini fa-qara’a fīhimā Qul Huwallāhu Aḥad, 

(Dan meriwayatkan) Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas—semoga Allah meridhai keduanya—ia berkata: "Barangsiapa shalat dua rakaat lalu membaca pada keduanya 'Qul Huwallahu Ahad'... 


4, thalāthīna marratan buniya lahū alfu qaṣrin fīl-jannati wa man qara’ahā fī ghairi ṣalātin buniya lahū mi’atu qaṣrin fīl-jannati, ...

sebanyak tiga puluh kali, niscaya dibangunkan baginya seribu istana di surga. Dan barangsiapa membacanya di luar shalat, dibangunkan baginya seratus istana di surga," 


5, wa man qara’ahā idhā dakhala ilā ahlihī aṣāba ahlahū wa jīrānahu minhā khairun (wa akhraja) ibnud-Ḍuraīsi ‘an Anasin raḍiya, "...

dan barangsiapa membacanya ketika masuk menemui keluarganya (rumahnya), keluarganya dan tetangganya akan mendapatkan kebaikan darinya." (Dan meriwayatkan) Ibnud-Durais dari Anas—semoga Allah... 


6, llāhu ‘anhu ‘anin-Nabiyyi ﷺ annahū qāla man ṣallā rak‘ataini ba‘dal-‘isyā’il-ākhirati yaqra’u fī kulli rak‘atin bi-fātiḥatil-kitābi, ...

meridhainya, dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa shalat dua rakaat setelah shalat Isya yang terakhir dengan membaca di setiap rakaat Fatihatul Kitab (Al-Fatihah)... 


7, wa ‘isyrīna marratan Qul Huwallāhu Aḥad banallāhu lahū qaṣraini fīl-jannati yatarā’āhumā ahlu-jannati (wa akhraja) Sa‘īdu bnu, ...

dan dua puluh kali 'Qul Huwallahu Ahad', niscaya Allah membangunkan baginya dua istana di surga yang dapat saling terlihat oleh para penduduk surga." (Dan meriwayatkan) Sa'id bin... 


8, Manṣūrin wa ibnud-Ḍuraīsi ‘an ibni ‘Abbāsin raḍiyallāhu ‘anhumā qāla man qara’a Qul Huwallāhu Aḥad mi’ataī marratin fī arba‘i, ...

Mansur dan Ibnud-Durais dari Ibnu Abbas—semoga Allah meridhai keduanya—ia berkata: "Barangsiapa membaca 'Qul Huwallahu Ahad' dua ratus kali dalam empat... 


9, raka‘ātin fī kulli rak‘atin khamsīna marratan ghafarallāhu lahū dhunūba mi’ati sanatin khamsīna mustaqbilatan wa khamsīna musta’kharīna, ...

rakaat, yang di setiap rakaatnya dibaca lima puluh kali, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya selama seratus tahun; lima puluh tahun yang akan datang dan lima puluh tahun yang telah berlalu." 


10, kadhā nuqila minad-Durril-Manthūri lil-Imāmis-Suyūṭiyyi raḍiyallāhu ‘anhu wa bi-isnādihī ilā-bni ‘Abbāsin raḍiyallāhu ‘anhumā qāla, 

Demikianlah dikutip dari kitab Ad-Durr al-Manthur karya Imam As-Suyuthi—semoga Allah meridhainya—dan dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas—semoga Allah meridhai keduanya—ia berkata: 


11, Rasūlullāhi ﷺ man kāna lahū ‘indallāhi ḥājatun falyaqum wa yatawaḍḍa’ waḍū’an jadīdan thumma yaqūm fī mawḍi‘in lā yarāhu aḥadun, 

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa memiliki hajat (kebutuhan) kepada Allah, hendaklah ia berdiri lalu berwudhu dengan wudhu yang baru, kemudian berdiri di tempat yang tidak dilihat oleh seorang pun, 


12, falyuṣalli arba‘a raka‘ātin bi-taslīmatin wāḥidatin yaqra’u fī awwali rak‘atin al-Ḥamdu lillāhi marratan wa Qul Huwallāhu Aḥad ‘asyra marrātin, 

lalu hendaklah ia shalat empat rakaat dengan satu salam, membaca pada rakaat pertama 'Alhamdulillah' (Al-Fatihah) satu kali dan 'Qul Huwallahu Ahad' sepuluh kali, 


13, wa fīr-rak‘ati-th-thāniyati al-Ḥamdu lillāhi marratan wa Qul Huwallāhu Aḥad ‘isyrīna marratan wa fīr-rak‘ati-th-thālithati al-Ḥamdu lillāhi marratan wa Qul, 

dan pada rakaat kedua 'Alhamdulillah' satu kali dan 'Qul Huwallahu Ahad' dua puluh kali, dan pada rakaat ketiga 'Alhamdulillah' satu kali dan 'Qul... 


14, Huwallāhu Aḥad arba‘īna marratan fa-idhā faragha minaṣ-ṣalāti qabla an yatakallama bi-kalāmil-ādamiyyīna yaqra’u Qul Huwallāhu Aḥad, ...

Huwallahu Ahad' empat puluh kali. Apabila ia telah selesai shalat, sebelum ia berbicara dengan perkataan manusia biasa, hendaklah ia membaca 'Qul Huwallahu Ahad'... 


15, khamsīna marratan wa yuṣallī ‘alan-Nabiyyi ﷺ khamsīna marratan wa yastaghfiru khamsīna marratan wa yaqūlu lā ḥawla wa lā, ...

lima puluh kali, membaca shalawat kepada Nabi ﷺ lima puluh kali, beristighfar lima puluh kali, dan mengucapkan 'La hawla wa la... 


16, quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīmi khamsīna marratan thumma yas’alullāha Ta‘ālā ḥājatahū fa-in kāna ‘alaihi dainun qaḍāhullāhu Ta‘ālā, ...

quwwata illa billahil 'Aliyyil 'Azhim' lima puluh kali, kemudian meminta hajatnya kepada Allah Ta'ala. Maka jika ia memiliki utang, niscaya Allah Ta'ala akan melunasinya, 


17, wa in kāna gharīban raddahū ‘an ghurbatihī wa in kāna ‘alaihi minadh-dhunūbi mā qad balagha ‘anānas-samā’i thumma-staghfara rabbahū, 

dan jika ia berada di tempat terasing (rantau), Dia akan memulangkannya dari keterasingannya, dan jika ia memikul dosa yang telah mencapai membubung ke langit kemudian ia memohon ampun kepada Tuhannya, 



18, yaghfirullāhu lahū fa-in lam yakun lahū waladun fa-yas’alullāha an yarzuqahū wa in da‘āhu ajāba Ta‘ālā du‘ā’ahu kadhā Manāqibi

niscaya Allah mengampuninya. Dan jika ia belum dikaruniai anak lalu memohon kepada Allah agar dikaruniai anak, niscaya (Allah memberinya). Serta jika ia berdoa kepada-Nya, niscaya Dia Ta'ala mengabulkan doanya. Demikianlah tersebut dalam kitab Manaqib...

 

19, an-Nasafiyyi (wa ruwiya) ‘anin-Nabiyyi qāla inna li-kulli syai’in nūran wa nūrul-Qur’āni Qul Huwallāhu Aḥad kadhā Syaikhi-, ...


An-Nasafi. (Dan diriwayatkan) dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Sesungguhnya segala sesuatu memiliki cahaya, dan cahaya Al-Qur'an adalah 'Qul Huwallahu Ahad'." Demikianlah tersebut dalam kitab Syaikh... 


20, Zādah (wa ruwiya) Salmānul-Fārisiyyu raḍiyallāhuanhuanin-Nabiyyi annahū qāla man qara’a Āyatal-Kursiyyi sahhala, ...Zadah. 

(Dan diriwayatkan) Salman Al-Farisi—semoga Allah meridhainyadari Nabi bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi, niscaya diringankan... 


21, llāhualaihi sakarātil-mawti wa marratil-malā’ikatu bi-baitin fīhi Āyatal-Kursiyyi illā ṣaffū wa marrū bi-Qul Huwa-, ...

oleh Allah baginya sakaratul maut, dan tidaklah malaikat melewati rumah yang di dalamnya terdapat Ayat Kursi melainkan mereka akan berbaris bersaf-saf, dan tidaklah mereka melewati (rumah yang dibacakan) 'Qul Huwa... 


22, llāhu Aḥad illā sajadū wa marrū bi-ākhiri sūratil-Ḥasyri illā jathawalā rukabihim kadhā Syamsil-Ma‘ārifi wa , ...


llahu Ahad' melainkan mereka bersujud, dan tidaklah mereka melewati (rumah yang dibacakan) akhir Surah Al-Hasyr melainkan mereka bersimpuh di atas lutut mereka." Demikianlah tersebut dalam kitab Syamsul Ma'arif. Dan dalam... 


23, Faḍā’ili hādhihis-Sūratil-Jalīlati wujūhun (al-awwalu) isytahara fīl-aḥādīthi anna qirā’ata hādhihis-Sūrati ta‘dilu qirā’ata, ...

keutamaan surah yang agung ini terdapat beberapa aspek: (Pertama) telah masyhur dalam banyak hadis bahwasanya membaca surah ini (Al-Ikhlas) menyamai membaca... 


24, thuluthil-Qur’āni wa la‘allal-ma‘nā fīhi annal-maqṣūdal-asrafa min jamī‘isy-syarā’i‘i wal-‘ibādāti ma‘rifatu dhātihī wa ṣifātihī, ...

sepertiga Al-Qur'an. Dan barangkali maknanya adalah bahwa tujuan paling mulia dari seluruh syariat dan ibadah adalah makrifat (mengenal) Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, 


25, wa ma‘rifatu af‘ālihī wa hādhihis-Sūratu musytamilatunalā ma‘rifatidh-dhāti fa-kānat hādhihis-Sūratu mu‘ādilatan li-thuluthil-Qur’āni, ...

dan mengenal perbuatan-perbuatan-Nya. Sedangkan surah ini memuat makrifat tentang Zat-Nya, maka jadilah surah ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an. 


26, wa ammā Sūratu Qul Ayyuhal-Kāfirūna fa-mu‘ādilatun li-rub‘il-Qur’āni immāl-‘amalu awit-tarku wa kullu wāḥidin minhumā immā

Adapun Surah 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun', maka ia sebanding dengan seperempat Al-Qur'an; yaitu berupa pengamalan atau pengabaian (meninggalkan), dan masing-masing dari keduanya adakalanya berada pada... 


27, af‘ālil-qulūbi aw af‘ālil-jawāriḥi fal-af‘ālu arba‘atun wa Sūratu Qul Ayyuhal-Kāfirūna li-bayāni yanbaghī, ...

perbuatan hati atau perbuatan anggota badan. Maka perbuatan itu ada empat macam, sedangkan Surah 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun' berfungsi untuk menjelaskan apa yang seyogianya... 


28, tarkuhū af‘ālil-qulūbi fa-kānat fīl-ḥaqīqati musytamilatanalā rub‘il-Qur’āni wa min hādhas-sababi-sytarakat, ...

ditinggalkan dari perbuatan-perbuatan hati, sehingga pada hakikatnya ia mengandung seperempat kandungan Al-Qur'an. Karena sebab inilah, bersekutulah (memiliki kesamaan)... 


29, as-sūratāni a‘nī Qul Ayyuhal-Kāfirūna wa Qul Huwallāhu Aḥad ba‘ḍil-asāmī fa-humal-Muqasqisatāni wal-Barā’atāni, ...kedua surah tersebutmaksudku 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun' dan 'Qul Huwallahu Ahad'—

dalam sebagian nama, di mana keduanya dinamai Al-Muqasqisatain (dua penyembuh/pembersih) dan Al-Bara'atain (dua pembebas), 


30, min ḥaithu anna kulla wāḥidatin tufīdu barā’atal-qulūbiammā siwallāhi illā anna Qul Ayyuhal-Kāfirūna tufīdu bi-lafẓihi, ...

dari segi bahwa masing-masing memberikan faedah pembersihan/pembebasan hati dari selain Allah. Hanya saja Surah 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun' memberikan faedah dengan lafalnya berupa... 


31, al-barā’ataammā siwallāhi Ta‘ālā wa bi-lāzimihil-isytighāla billāhi Ta‘ālā wa Qul Huwallāhu Aḥad tufīdu bi-lafẓihil-isytighāla, ...

pembebasan dari selain Allah Ta'ala, dan secara otomatis berkonsekuensi pada kesibukan dengan Allah Ta'ala. Sedangkan 'Qul Huwallahu Ahad' memberikan faedah dengan lafalnya berupa kesibukan... 


32, billāhi Ta‘ālā wa yalzamuhul-i‘rāḍuan ghairillāhi aw min ḥaithu anna Qul Ayyuhal-Kāfirūna tufīdu barā’ata, ...

kepada Allah Ta'ala, dan secara otomatis berkonsekuensi pada berpaling dari selain Allah. Atau dari segi bahwa 'Qul Ya Ayyuhal Kafirun' memberikan faedah pembebasan... 


33, al-qalbi ‘an sā’iril-ma‘būdīna wa Qul Huwallāhu Aḥad tufīdu barā’atal-qalbi ‘an sā’iril-ma‘būdīna wa Qul Huwallāhu, ...

hati dari seluruh sesembahan (lain), dan 'Qul Huwallahu Ahad' memberikan faedah pembebasan hati dari seluruh sesembahan (lain) dan 'Qul Huwallahu... 


34, Aḥad tufīdu barā’atal-ma‘būdian kulli yalīqu bihī (al-wajhuth-thānī) anna Lailatal-Qadri li-kawnihā ṣadan lil-Qur’āni kānat khairan min, ...

Ahad' memberikan faedah pensucian/pembebasan Sesembahan (Allah) dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya. (Aspek Kedua) sesungguhnya Lailatul Qadar, karena kedudukannya sebagai gema (wadah turunnya) Al-Qur'an, menjadi lebih baik dari... 


35, alfi syahrin fal-Qur’ānu kulluhū ṣidqun wad-dalīlu huwa qawluhū Ta‘ālā Qul Huwallāhu Aḥad falā jarama ḥaṣalat lahā hādhihil-faḍīlatu, ...

seribu bulan. Al-Qur'an seluruhnya adalah kebenaran, dan dalilnya adalah firman Allah Ta'ala 'Qul Huwallahu Ahad', maka tidak heran jika surah ini memperoleh keutamaan tersebut. 


36, (al-wajhul-ākharu) wa huwa anna ad-dalā’ilal-‘aqliyyata dallatalā anna a‘ẓama darajātil-‘abdi an yakūna qalbuhū,

 (Aspek Lainnya) yaitu bahwa dalil-dalil akal menunjukkan bahwa derajat hamba yang paling agung adalah saat hatinya... 


37, mustanīran bi-nūri jalālillāhi wa kibriyā’ihī wa dhālika innamā yaḥṣulu min hādhihis-sūrati fa-kānat a‘ẓama sūratin fa-inna, ...

disinari oleh cahaya keagungan Allah dan kebesaran-Nya. Dan hal itu hanya dapat diperoleh dari surah ini, maka jadilah ia surah yang paling agung. Karena sesungguhnya... 


38, dhātu wa ṣifātullāhi Ta‘ālā madhkūratun sā’iris-suwari ḍimnan lākinna hādhihis-sūrata lahā khāṣiyyatun wa hiya annahā, ...

Zat dan sifat-sifat Allah Ta'ala disebutkan di dalam surah-surah lainnya secara implisit (tersirat), namun surah ini memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu sesungguhnya ia... 




 Berikut adalah terjemahan langsung dari teks tersebut ke dalam bahasa Indonesia:

"Jibril sedang duduk di dekat Nabi ﷺ, lalu ia mendengar suara dari atasnya. Ia mengangkat kepalanya dan berkata: 'Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, ia tidak pernah turun sama sekali kecuali hari ini.' Malaikat itu mengucapkan salam dan berkata: 'Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu: Fatihatul Kitab (Surah Al-Fatihah) dan ayat-ayat terakhir Surah Al-Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf pun dari keduanya melainkan kamu akan diberi (apa yang diminta).'

Surah Al-Baqarah: Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah. Bacalah ia, karena mengambilnya (membaca dan mengamalkannya) adalah keberkahan, meninggalkannya adalah kerugian, dan para tukang sihir tidak akan mampu mengalahkannya.

Segala sesuatu memiliki punuk (puncak), dan punuk Al-Qur'an adalah Surah Al-Baqarah. Barangsiapa membacanya di malam hari, setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga malam. Dan barangsiapa membacanya di siang hari, setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari.

Aku diberi Surah Al-Baqarah dari kitab yang pertama (Lauhul Mahfuz). Bacalah Az-Zahrawain (dua surat yang bercahaya), yaitu Surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seolah-olah seperti dua gumpalan awan atau dua naungan..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar