Senin, 27 Juli 2026

Kitāb Khazīnat al-Asrār halaman 167 menulis Yasin lalu meminumnya

 



Baris 1

rūḥahū ḥattā yajī’ahū riḍwānu bisyarbatin minal-jannati yasyrabuhā wa huwa ‘alā firāsyihī wa buqbiḍa rūḥuhū wa huwa rayyānu wa yamkuts fī

...ruhnya hingga datang Ridwan kepadanya membawa minuman dari surga yang ia minum dalam keadaan ia masih di atas tempat tidurnya, dan dicabutlah ruhnya dalam keadaan ia segar (puas minum), dan ia menetap di

Baris 2

qabrihī wa huwa rayyānu wa lā yaḥtāju ilā ḥauḍin min ḥiyāḍil-anbiyā’i ḥattā yadkhulal-jannata wa huwa rayyānu ( wa fīl-ḥadītsi ) anna

kuburnya dalam keadaan segar pula, serta ia tidak membutuhkan telaga dari telaga para nabi hingga ia masuk surga dalam keadaan segar. (Dan di dalam hadits) sesungguhnya

Baris 3

fīl-qur’āni lasūratan tasyfa‘u liqāri’ihā wa yaghfiru lisāmi‘ihā tud‘āl-mu‘immatu qīla yā rasūlallāhi wa māl-mu‘immatu qāla ta‘ummu ṣāḥibahā

di dalam Al-Qur'an terdapat satu surah yang memberi syafaat bagi pembacanya dan memohonkan ampun bagi pendengarnya, yang dinamakan Al-Mu'immah (yang merata). Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa itu Al-Mu'immah?" Beliau menjawab, "Ia meliputi pemiliknya (pembacanya)

Baris 4

bikhairid-dāraini wa tadfa‘u ‘anhu ahāwīlal-ākhirati wa tud‘ād-dāfi‘atu wal-qāḍiyatu qīla yā rasūlallāhi wa kaifa dzālika qāla

dengan kebaikan dunia dan akhirat, serta menolak darinya huru-hara hari kiamat, dan ia dinamakan pula Ad-Dafi'ah (yang menolak) dan Al-Qadhiyah (yang memenuhi)." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, bagaimana bisa demikian?" Beliau bersabda, "Ia

Baris 5

tadfa‘u ‘an ṣāḥibihā kulla sū’in wa taqḍī lahū kulla ḥājatin ( wa fīl-ḥadītsi ) man qara’ahā ‘adalat lahū ‘isyrīna ḥajjatan wa man

menolak segala keburukan dari pembacanya dan memenuhi segala hajat baginya." (Dan di dalam hadits) barangsiapa membacanya, maka ia sebanding dengan dua puluh kali haji bagi dirinya, dan barangsiapa

Baris 6

sami‘ahā kāna lahū tsawābu ṣadaqati alfi dīnārin fī sabīlillāhi wa man katabahā tsumma syaribahā adkhalat jaufahū alfa dawā’in

mendengarnya, maka baginya pahala sedekah seribu dinar di jalan Allah. Dan barangsiapa menulisnya kemudian meminumnya, niscaya akan masuk ke dalam rongga dadanya seribu obat,

Baris 7

wa alfa nūrin wa alfa barakatin wa alfa raḥmatin wa nuzi‘a minhu kullu dā’in wa ghillin wa fīl-ḥadītsi man qara’a sūrata

seribu cahaya, seribu berkah, seribu rahmat, dan akan dicabut darinya segala penyakit dan kedengkian. Dan di dalam hadits, barangsiapa membaca surah

Baris 8

yāsīn fī lailatin aṣbaḥa maghfūran lahū wa ‘an yaḥyā bni katsīrin qāla balaghanā annahū man qara’a yāsīn ḥīna yuṣbiḥu lam

Yasin pada suatu malam, maka ia berpagi hari dalam keadaan diampuni dosanya. Dan dari Yahya bin Katsir, ia berkata, "Telah sampai kepada kami bahwasanya barangsiapa membaca Yasin di kala pagi, maka ia tidak

Baris 9

yazal fī faraḥin ḥattā yumsī wa man qara’ahā ḥīna yumsī lam yazal fī faraḥin ḥattā yuṣbiḥu ( wa fīl-ḥadītsi )

akan berhenti berada dalam kegembiraan hingga sore hari. Dan barangsiapa membacanya di kala sore, ia tidak akan berhenti berada dalam kegembiraan hingga pagi hari. (Dan di dalam hadits):

Baris 10

iqra’ū yāsīn fa’inna fīhā ‘isyrīna barakatan mā qara’ahā jā’i‘un illā syabi‘a wa mā qara’ahā ‘ārin illā ktasā wa mā

"Bacalah Yasin, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat dua puluh keberkahan. Tidaklah membacanya orang yang lapar melainkan ia akan kenyang, tidaklah membacanya orang yang telanjang melainkan ia akan berpakaian, tidaklah

Baris 11

qara’ahā a‘zabu illā tazawwaja wa mā qara’ahā khā’ifun illā amina wa mā qara’ahā masjūnun illā furrija ‘anhu wa mā qara’ahā musāfirun

membacanya seorang bujangan melainkan ia akan menikah, tidaklah membacanya orang yang takut melainkan ia akan aman, tidaklah membacanya orang yang dipenjara melainkan ia akan dibebaskan, tidaklah membacanya seorang musafir

Baris 12

illā u‘īna ‘alā safarihī wa mā qara’ahā rajulun ḍallat lahū ḍāllatun illā wajadahā wa mā quri’at ‘inda mayyitin illā khuffifa ‘anhu wa mā qara’ahā

melainkan ia akan ditolong dalam perjalanannya, tidaklah membacanya orang yang kehilangan barang melainkan ia akan menemukannya, tidaklah dibacakan di dekat orang mati melainkan akan diringankan (siksanya), dan tidaklah membacanya

Baris 13

‘aṭsyānu illā ruwiya wa mā qara’ahā marīḍun illā bari’a ( wa fīl-ḥadītsi ) yāsīn limā quri’at lahū wa fīl-ḥadītsi man dakhala

orang yang kehausan melainkan ia akan segar, dan tidaklah membacanya orang yang sakit melainkan ia akan sembuh. (Dan di dalam hadits) Yasin itu sesuai untuk apa ia dibaca. Dan di dalam hadits, barangsiapa memasuki

Baris 14

al-maqābira wa qara’a sūrata yāsīn khuffifa ‘anhum yauma’idzin wa kāna lahū bi‘adadi man fīhā ḥasanātun kadzā fī rūḥil-bayāni ( wa ruwiya )

pekuburan lalu membaca surah Yasin, maka diringankan (siksa) dari mereka pada hari itu, dan ia memperoleh kebaikan sejumlah orang yang ada di dalamnya. Demikian dalam Ruhul Bayan. (Dan diriwayatkan

Baris 15

bi’isnādin ṣaḥīḥin ‘an abī bakrinis-ṣiddīqi wabni ‘abbāsin raḍiyallāhu ta‘ālā ‘anhum man qara’a sūrata yāsīn ilā qaulihī ta‘ālā idz

dengan sanad yang shahih dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum, barangsiapa membaca surah Yasin sampai firman Allah Ta'ala "Idz

Baris 16

jā’ahal-mursalūna wa da‘ā ‘alā atsarihā ustujība lahū wa qad jurriba dzālika ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’a sūrata

ja'ahal-mursalun" (ketika datang para utusan), kemudian berdoa setelahnya, niscaya akan dikabulkan baginya, dan hal itu sungguh telah diuji keampuhannya. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca surah

Baris 17

yāsīn fī lailin aw nahārin lam yudrik-hu yauma’idzin dzanbun kadzā fī syamsil-ma‘ārifi ( naqala ) bnu ḥabībin ḥadītsan ‘anin-nabiyyi

Yasin di waktu malam atau siang, maka ia tidak akan terkejar dosa pada hari itu. Demikian di dalam Syamsul Ma'arif. (Dikutip) Ibnu Habib sebuah hadits dari Nabi

Baris 18

ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qāla inna fīl-qur’āni lasūratan tud‘āl-‘azīzata ‘indallāhi ta‘ālā yud‘ā ṣāḥibuhas-syarīfa ‘indallāhi tasyfa‘u

shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam Al-Qur'an ada satu surah yang dinamakan Al-'Azizah (Yang Mulia) di sisi Allah Ta'ala, pembacanya dipanggil 'Asy-Syarif' (Yang Terhormat) di sisi Allah, ia memberi syafaat

Baris 19

liqāri’ihā yaumal-qiyāmati fī aktsara min rabī‘ata wa muḍara wa hiya yāsīn ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama tahrubu maradatus-syayāṭīni

bagi pembacanya pada hari kiamat mencakup lebih banyak dari kabilah Rabi'ah dan Mudhar, dan surah itu adalah Yasin. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Berlarinya pembangkang dari setan

Baris 20

min sūrati yāsīn wa ākhiril-hasyri wal-mu‘awwidzataini ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama inna fīl-qur’āni sūratan tasyfa‘u liqāri’ihā

dari surah Yasin, akhir surah Al-Hasyr, dan Al-Mu'awwidzatain. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Sesungguhnya di dalam Al-Qur'an ada satu surah yang memberi syafaat bagi pembacanya

Baris 21

wa yaghfiru lisāmi‘ihā alā wa hiya yāsīn ( wa ‘an ) al-ḥasani raḍiyallāhu ‘anhu ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’a sūrata

dan memohonkan ampun bagi pendengarnya, ketahuilah bahwa surah itu adalah Yasin. Dan dari Al-Hasan radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca surah

Baris 22

yāsīn wa ḥā mīm ad-dukhāna fī lailatin jamī‘an īmānan waḥtisāban ghufira lahū mā taqaddama min dzanbihī wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’ahumā

Yasin dan Ha Mim Ad-Dukhan pada suatu malam sekaligus karena iman dan mengharap pahala, diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu." Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca keduanya

Baris 23

fī lailin aw nahārin lam yudrik-hu yauma’idzin dzanbun wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla al-ḥamdu lillāhildzī akramanī wa akrama ummatī

di waktu malam atau siang, tidak akan terkejar dosa pada hari itu. Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dan memuliakan umatku

Baris 24

bisūrati yāsīn wa āyatil-kursiyyi wa qul huwallāhu aḥad wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man ṣallā fī lailatil-jumu‘ati rak‘ataini

dengan surah Yasin, Ayat Kursi, dan Qul huwallahu ahad." Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam Jumat dua rakaat,

Baris 25

yaqra’u fī awwali rak‘atin yāsīn wa fits-tsāniyati tabārakal-ladzī biyadihil-mulku u‘ṭiya bikulli ḥarfin nūran yas‘ā baina yadaihi wa ya’khudzu

membaca pada rakaat pertama Yasin, dan pada rakaat kedua Tabarakal-ladzi biyadihil-mulk, niscaya ia akan diberikan cahaya pada setiap hurufnya yang memancar di hadapannya, dan ia akan menerima

Baris 26

kitābahū biyamīnihī wa yuktabu lahū barā’atun minan-nāri wa yusyfa‘u fī sab‘īna min ahli baitihī alā wa man syakka fīhi kāna munāfiqan kadzā

kitab catatannya dengan tangan kanannya, dicatat baginya kebebasan dari neraka, serta ia dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari ahli keluarganya. Ketahuilah, barangsiapa ragu akan hal itu maka ia munafik. Demikian

Baris 27

fid-durrin-naẓīmi ( wa akhraja ) ibnud-ḍuraīsi ‘an sa‘īdi bni jubairin annahū qara’a ‘alā rajulin majnūnin yāsīn fabara’a ( wa akhraja )

di dalam Ad-Durr An-Nazhim. (Dan mengeluarkan riwayat) Ibnu Dharis dari Sa'id bin Jubair bahwasanya ia membacakan Yasin pada orang gila lalu ia sembuh. (Dan mengeluarkan riwayat)

Baris 28

al-maḥāmilī fī ma‘ālīhi ‘an ‘abdillāhi bnil-zubairi raḍiyallāhu ‘anhumā qāla qāla rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man ja‘ala yāsīn amāma

Al-Mahamili dalam Ma'ali-nya dari Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjadikan Yasin di hadapan

Baris 29

ḥājatihī quḍiyat lahū wa lahū syāhidun mursalun ‘indad-dāramiyyi kadzā fīl-itqāni * wa yabda’u biqirā’ati yāsīn sab‘a marrātin aw iḥdā

hajatnya, maka hajatnya akan dikabulkan baginya." Dan baginya ada penguat hadits mursal di sisi Ad-Darami. Demikian dalam Al-Itqan. * Dan mulailah dengan membaca Yasin sebanyak tujuh kali atau dua puluh

Baris 30

wa ‘isyrīna marratan aw iḥdā wa arba‘īna marratan falā syakka wa lā syubhata fī ta’tsīrihā fa’innallāha ta‘ālā yaqḍī ḥājatahū bilaṭfihī

satu kali atau empat puluh satu kali, maka tidak ada keraguan dan tidak ada kesamaran tentang pengaruhnya, karena sesungguhnya Allah Ta'ala akan memenuhi hajatnya dengan kelembutan-Nya

Baris 31

wa karamihī ( wa qāla ba‘ḍuhum lafẓata yāsīn sab‘a marrātin wa idzā balagha fīl-qirā’ati ilā qaulihī dzālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīmi yukarriruhā

dan kemurahan-Nya. (Dan sebagian mereka berkata, "Lafaz Yasin diulang tujuh kali, dan apabila bacaannya sampai pada firman-Nya 'Dzalika taqdiirul 'aziizil 'aliim', ia mengulangnya

Baris 32

arba‘a ‘asyrata marratan wa idzā balagha qaulahū salāmun qaulan min rabbin raḥīmin yukarriruhā sab‘a marrātin aw ‘asra marrātin wa idzā balagha qaulahū awalaīsa

empat belas kali, dan apabila sampai pada firman-Nya 'Salaamun qaulan min rabbin rahiim', ia mengulangnya tujuh kali atau sepuluh kali, dan apabila sampai pada firman-Nya 'Awa laisal-

Baris 33

ladzī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā an yakhluqa mitslahum balā yukarriruhā arba‘a marrātin tsumma yaqra’u ilā ākhirihā fabalagha

ladzi khalaqas-samawati wal-ardha biqadirin 'ala an yakhluqa mitslahum balaa', ia mengulangnya empat kali, kemudian membaca sampai akhir surah, maka jumlahnya mencapai

Baris 34

al-majmū‘u iḥdā wa arba‘īna wa man qara’as-sūrata ‘alā hādzat-tartībi sab‘a marrātin yaḥṣulu murāduhū wa maqṣūduhū hākadzā

empat puluh satu kali keseluruhannya. Dan barangsiapa membaca surah ini dengan susunan demikian sebanyak tujuh kali, niscaya akan tercapai maksud dan tujuannya. Demikianlah

Baris 35

ukhidzatil-ijāzatu ‘anis-masyāyikhi ( akhrajal-imāmuts-tsa‘labiyyu fī tafsīrihī ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man

ijazah ini diambil dari para guru/masyaikh. (Imam Ats-Tsa'labi mengeluarkan di dalam tafsirnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa

Baris 36

kataba yāsīn wa syaribahā adkhalat jaufahū alfa dawā’in wa alfa yaqīnin wa alfa ra’fatin wa alfa raḥmatin wa nuzi‘a minhu kullu dā’in

menulis Yasin lalu meminumnya, niscaya akan dimasukkan ke dalam rongga dadanya seribu obat, seribu keyakinan, seribu belas kasih, seribu rahmat, dan akan dicabut darinya segala penyakit

Baris 37

wa ghillin fīl-mustadraki ‘an abī ja‘farin muḥammadi bni ‘aliyyin qāla man wajada fī qalbihī qaswatan fal-yaktub yāsīn fī jāmi zujājin

dan kedengkian. Di dalam Al-Mustadrak dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali, ia berkata, "Barangsiapa mendapatkan kekerasan di dalam hatinya, maka hendaklah ia menulis Yasin pada cawan kaca

Baris 38

biza‘farānin tsumma yasyrabuhū kadzā fīl-itqāni ( wa man ) kataba yāsīn bimā’i wardin wa za‘farānin sab‘a marrātin wa yasyrabuhā sab‘ata ayyāmin

dengan air za'faran kemudian meminumnya." Demikian di dalam Al-Itqan. (Dan barangsiapa) menulis Yasin dengan air mawar dan za'faran sebanyak tujuh kali, lalu meminumnya selama tujuh hari

Baris 39

mutawāliyātin kulla yaumin marratan wāḥidatan wa ‘ā mā sami‘a wa ghāba man yunāẓiruhū wa ‘aẓuma fīl-a‘yuni kadzā fid-durrin-naẓīmi ( wa man )

berturut-turut, setiap hari satu kali, niscaya ia akan hafal apa yang ia dengar, mengalahkan orang yang mendebatnya, serta ia menjadi agung di mata manusia. Demikian di dalam Ad-Durr An-Nazhim. (Dan barangsiapa)



...kiamat, Tuhan berfirman: "Wahai hamba-Ku, masuklah dari sebelah kananmu ke dalam surga." (t) (Al-Falaq dan An-Nas) "Maukah aku ajarkan kepadamu dua surah terbaik yang dibaca?" (d s) "Bacalah keduanya, dan kamu tidak akan pernah membaca yang semisal dengan keduanya." Dan adalah (Nabi) shallallahu 'alaihi wasallam memohon perlindungan dari jin dan penyakit ain manusia dengan keduanya, dan meninggalkan selain keduanya. (t) (s q) "Tidaklah pemohon meminta dan tidak pula orang yang memohon perlindungan berlindung dengan yang semisal keduanya." (s) (mas) "Bacalah keduanya setiap kali kamu tidur dan setiap kali kamu bangun." (mas) "Bacalah Qul a'udzu bi rabbil-falaq, karena sesungguhnya kamu tidak akan membaca suatu surah yang lebih dicintai oleh Allah dan lebih mendalam di sisi-Nya daripada surah tersebut. Maka jika kamu mampu untuk tidak melewatkannya, lakukanlah. Kamu tidak akan membaca sesuatu yang lebih mendalam di sisi Allah daripada Qul a'udzu bi rabbil-falaq." "Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan malam ini, yang belum pernah terlihat yang semisal dengannya sama sekali? Yaitu Al-Falaq dan An-Nas." (m t s) * Dan doa-doa yang tidak dikhususkan dengan waktu ataupun sebab: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar