Baris 1
rūḥahū ḥattā yajī’ahū riḍwānu bisyarbatin minal-jannati yasyrabuhā wa huwa ‘alā firāsyihī wa buqbiḍa rūḥuhū wa huwa rayyānu wa yamkuts fī
...ruhnya hingga datang Ridwan kepadanya membawa minuman dari surga yang ia minum dalam keadaan ia masih di atas tempat tidurnya, dan dicabutlah ruhnya dalam keadaan ia segar (puas minum), dan ia menetap di
Baris 2
qabrihī wa huwa rayyānu wa lā yaḥtāju ilā ḥauḍin min ḥiyāḍil-anbiyā’i ḥattā yadkhulal-jannata wa huwa rayyānu ( wa fīl-ḥadītsi ) anna
kuburnya dalam keadaan segar pula, serta ia tidak membutuhkan telaga dari telaga para nabi hingga ia masuk surga dalam keadaan segar. (Dan di dalam hadits) sesungguhnya
Baris 3
fīl-qur’āni lasūratan tasyfa‘u liqāri’ihā wa yaghfiru lisāmi‘ihā tud‘āl-mu‘immatu qīla yā rasūlallāhi wa māl-mu‘immatu qāla ta‘ummu ṣāḥibahā
di dalam Al-Qur'an terdapat satu surah yang memberi syafaat bagi pembacanya dan memohonkan ampun bagi pendengarnya, yang dinamakan Al-Mu'immah (yang merata). Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa itu Al-Mu'immah?" Beliau menjawab, "Ia meliputi pemiliknya (pembacanya)
Baris 4
bikhairid-dāraini wa tadfa‘u ‘anhu ahāwīlal-ākhirati wa tud‘ād-dāfi‘atu wal-qāḍiyatu qīla yā rasūlallāhi wa kaifa dzālika qāla
dengan kebaikan dunia dan akhirat, serta menolak darinya huru-hara hari kiamat, dan ia dinamakan pula Ad-Dafi'ah (yang menolak) dan Al-Qadhiyah (yang memenuhi)." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, bagaimana bisa demikian?" Beliau bersabda, "Ia
Baris 5
tadfa‘u ‘an ṣāḥibihā kulla sū’in wa taqḍī lahū kulla ḥājatin ( wa fīl-ḥadītsi ) man qara’ahā ‘adalat lahū ‘isyrīna ḥajjatan wa man
menolak segala keburukan dari pembacanya dan memenuhi segala hajat baginya." (Dan di dalam hadits) barangsiapa membacanya, maka ia sebanding dengan dua puluh kali haji bagi dirinya, dan barangsiapa
Baris 6
sami‘ahā kāna lahū tsawābu ṣadaqati alfi dīnārin fī sabīlillāhi wa man katabahā tsumma syaribahā adkhalat jaufahū alfa dawā’in
mendengarnya, maka baginya pahala sedekah seribu dinar di jalan Allah. Dan barangsiapa menulisnya kemudian meminumnya, niscaya akan masuk ke dalam rongga dadanya seribu obat,
Baris 7
wa alfa nūrin wa alfa barakatin wa alfa raḥmatin wa nuzi‘a minhu kullu dā’in wa ghillin wa fīl-ḥadītsi man qara’a sūrata
seribu cahaya, seribu berkah, seribu rahmat, dan akan dicabut darinya segala penyakit dan kedengkian. Dan di dalam hadits, barangsiapa membaca surah
Baris 8
yāsīn fī lailatin aṣbaḥa maghfūran lahū wa ‘an yaḥyā bni katsīrin qāla balaghanā annahū man qara’a yāsīn ḥīna yuṣbiḥu lam
Yasin pada suatu malam, maka ia berpagi hari dalam keadaan diampuni dosanya. Dan dari Yahya bin Katsir, ia berkata, "Telah sampai kepada kami bahwasanya barangsiapa membaca Yasin di kala pagi, maka ia tidak
Baris 9
yazal fī faraḥin ḥattā yumsī wa man qara’ahā ḥīna yumsī lam yazal fī faraḥin ḥattā yuṣbiḥu ( wa fīl-ḥadītsi )
akan berhenti berada dalam kegembiraan hingga sore hari. Dan barangsiapa membacanya di kala sore, ia tidak akan berhenti berada dalam kegembiraan hingga pagi hari. (Dan di dalam hadits):
Baris 10
iqra’ū yāsīn fa’inna fīhā ‘isyrīna barakatan mā qara’ahā jā’i‘un illā syabi‘a wa mā qara’ahā ‘ārin illā ktasā wa mā
"Bacalah Yasin, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat dua puluh keberkahan. Tidaklah membacanya orang yang lapar melainkan ia akan kenyang, tidaklah membacanya orang yang telanjang melainkan ia akan berpakaian, tidaklah
Baris 11
qara’ahā a‘zabu illā tazawwaja wa mā qara’ahā khā’ifun illā amina wa mā qara’ahā masjūnun illā furrija ‘anhu wa mā qara’ahā musāfirun
membacanya seorang bujangan melainkan ia akan menikah, tidaklah membacanya orang yang takut melainkan ia akan aman, tidaklah membacanya orang yang dipenjara melainkan ia akan dibebaskan, tidaklah membacanya seorang musafir
Baris 12
illā u‘īna ‘alā safarihī wa mā qara’ahā rajulun ḍallat lahū ḍāllatun illā wajadahā wa mā quri’at ‘inda mayyitin illā khuffifa ‘anhu wa mā qara’ahā
melainkan ia akan ditolong dalam perjalanannya, tidaklah membacanya orang yang kehilangan barang melainkan ia akan menemukannya, tidaklah dibacakan di dekat orang mati melainkan akan diringankan (siksanya), dan tidaklah membacanya
Baris 13
‘aṭsyānu illā ruwiya wa mā qara’ahā marīḍun illā bari’a ( wa fīl-ḥadītsi ) yāsīn limā quri’at lahū wa fīl-ḥadītsi man dakhala
orang yang kehausan melainkan ia akan segar, dan tidaklah membacanya orang yang sakit melainkan ia akan sembuh. (Dan di dalam hadits) Yasin itu sesuai untuk apa ia dibaca. Dan di dalam hadits, barangsiapa memasuki
Baris 14
al-maqābira wa qara’a sūrata yāsīn khuffifa ‘anhum yauma’idzin wa kāna lahū bi‘adadi man fīhā ḥasanātun kadzā fī rūḥil-bayāni ( wa ruwiya )
pekuburan lalu membaca surah Yasin, maka diringankan (siksa) dari mereka pada hari itu, dan ia memperoleh kebaikan sejumlah orang yang ada di dalamnya. Demikian dalam Ruhul Bayan. (Dan diriwayatkan
Baris 15
bi’isnādin ṣaḥīḥin ‘an abī bakrinis-ṣiddīqi wabni ‘abbāsin raḍiyallāhu ta‘ālā ‘anhum man qara’a sūrata yāsīn ilā qaulihī ta‘ālā idz
dengan sanad yang shahih dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum, barangsiapa membaca surah Yasin sampai firman Allah Ta'ala "Idz
Baris 16
jā’ahal-mursalūna wa da‘ā ‘alā atsarihā ustujība lahū wa qad jurriba dzālika ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’a sūrata
ja'ahal-mursalun" (ketika datang para utusan), kemudian berdoa setelahnya, niscaya akan dikabulkan baginya, dan hal itu sungguh telah diuji keampuhannya. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca surah
Baris 17
yāsīn fī lailin aw nahārin lam yudrik-hu yauma’idzin dzanbun kadzā fī syamsil-ma‘ārifi ( naqala ) bnu ḥabībin ḥadītsan ‘anin-nabiyyi
Yasin di waktu malam atau siang, maka ia tidak akan terkejar dosa pada hari itu. Demikian di dalam Syamsul Ma'arif. (Dikutip) Ibnu Habib sebuah hadits dari Nabi
Baris 18
ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qāla inna fīl-qur’āni lasūratan tud‘āl-‘azīzata ‘indallāhi ta‘ālā yud‘ā ṣāḥibuhas-syarīfa ‘indallāhi tasyfa‘u
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam Al-Qur'an ada satu surah yang dinamakan Al-'Azizah (Yang Mulia) di sisi Allah Ta'ala, pembacanya dipanggil 'Asy-Syarif' (Yang Terhormat) di sisi Allah, ia memberi syafaat
Baris 19
liqāri’ihā yaumal-qiyāmati fī aktsara min rabī‘ata wa muḍara wa hiya yāsīn ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama tahrubu maradatus-syayāṭīni
bagi pembacanya pada hari kiamat mencakup lebih banyak dari kabilah Rabi'ah dan Mudhar, dan surah itu adalah Yasin. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Berlarinya pembangkang dari setan
Baris 20
min sūrati yāsīn wa ākhiril-hasyri wal-mu‘awwidzataini ( wa qāla ) ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama inna fīl-qur’āni sūratan tasyfa‘u liqāri’ihā
dari surah Yasin, akhir surah Al-Hasyr, dan Al-Mu'awwidzatain. Dan bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Sesungguhnya di dalam Al-Qur'an ada satu surah yang memberi syafaat bagi pembacanya
Baris 21
wa yaghfiru lisāmi‘ihā alā wa hiya yāsīn ( wa ‘an ) al-ḥasani raḍiyallāhu ‘anhu ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’a sūrata
dan memohonkan ampun bagi pendengarnya, ketahuilah bahwa surah itu adalah Yasin. Dan dari Al-Hasan radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca surah
Baris 22
yāsīn wa ḥā mīm ad-dukhāna fī lailatin jamī‘an īmānan waḥtisāban ghufira lahū mā taqaddama min dzanbihī wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man qara’ahumā
Yasin dan Ha Mim Ad-Dukhan pada suatu malam sekaligus karena iman dan mengharap pahala, diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu." Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa membaca keduanya
Baris 23
fī lailin aw nahārin lam yudrik-hu yauma’idzin dzanbun wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla al-ḥamdu lillāhildzī akramanī wa akrama ummatī
di waktu malam atau siang, tidak akan terkejar dosa pada hari itu. Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dan memuliakan umatku
Baris 24
bisūrati yāsīn wa āyatil-kursiyyi wa qul huwallāhu aḥad wa ‘anhu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man ṣallā fī lailatil-jumu‘ati rak‘ataini
dengan surah Yasin, Ayat Kursi, dan Qul huwallahu ahad." Dan dari beliau shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam Jumat dua rakaat,
Baris 25
yaqra’u fī awwali rak‘atin yāsīn wa fits-tsāniyati tabārakal-ladzī biyadihil-mulku u‘ṭiya bikulli ḥarfin nūran yas‘ā baina yadaihi wa ya’khudzu
membaca pada rakaat pertama Yasin, dan pada rakaat kedua Tabarakal-ladzi biyadihil-mulk, niscaya ia akan diberikan cahaya pada setiap hurufnya yang memancar di hadapannya, dan ia akan menerima
Baris 26
kitābahū biyamīnihī wa yuktabu lahū barā’atun minan-nāri wa yusyfa‘u fī sab‘īna min ahli baitihī alā wa man syakka fīhi kāna munāfiqan kadzā
kitab catatannya dengan tangan kanannya, dicatat baginya kebebasan dari neraka, serta ia dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari ahli keluarganya. Ketahuilah, barangsiapa ragu akan hal itu maka ia munafik. Demikian
Baris 27
fid-durrin-naẓīmi ( wa akhraja ) ibnud-ḍuraīsi ‘an sa‘īdi bni jubairin annahū qara’a ‘alā rajulin majnūnin yāsīn fabara’a ( wa akhraja )
di dalam Ad-Durr An-Nazhim. (Dan mengeluarkan riwayat) Ibnu Dharis dari Sa'id bin Jubair bahwasanya ia membacakan Yasin pada orang gila lalu ia sembuh. (Dan mengeluarkan riwayat)
Baris 28
al-maḥāmilī fī ma‘ālīhi ‘an ‘abdillāhi bnil-zubairi raḍiyallāhu ‘anhumā qāla qāla rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama man ja‘ala yāsīn amāma
Al-Mahamili dalam Ma'ali-nya dari Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjadikan Yasin di hadapan
Baris 29
ḥājatihī quḍiyat lahū wa lahū syāhidun mursalun ‘indad-dāramiyyi kadzā fīl-itqāni * wa yabda’u biqirā’ati yāsīn sab‘a marrātin aw iḥdā
hajatnya, maka hajatnya akan dikabulkan baginya." Dan baginya ada penguat hadits mursal di sisi Ad-Darami. Demikian dalam Al-Itqan. * Dan mulailah dengan membaca Yasin sebanyak tujuh kali atau dua puluh
Baris 30
wa ‘isyrīna marratan aw iḥdā wa arba‘īna marratan falā syakka wa lā syubhata fī ta’tsīrihā fa’innallāha ta‘ālā yaqḍī ḥājatahū bilaṭfihī
satu kali atau empat puluh satu kali, maka tidak ada keraguan dan tidak ada kesamaran tentang pengaruhnya, karena sesungguhnya Allah Ta'ala akan memenuhi hajatnya dengan kelembutan-Nya
Baris 31
wa karamihī ( wa qāla ba‘ḍuhum lafẓata yāsīn sab‘a marrātin wa idzā balagha fīl-qirā’ati ilā qaulihī dzālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīmi yukarriruhā
dan kemurahan-Nya. (Dan sebagian mereka berkata, "Lafaz Yasin diulang tujuh kali, dan apabila bacaannya sampai pada firman-Nya 'Dzalika taqdiirul 'aziizil 'aliim', ia mengulangnya
Baris 32
arba‘a ‘asyrata marratan wa idzā balagha qaulahū salāmun qaulan min rabbin raḥīmin yukarriruhā sab‘a marrātin aw ‘asra marrātin wa idzā balagha qaulahū awalaīsa
empat belas kali, dan apabila sampai pada firman-Nya 'Salaamun qaulan min rabbin rahiim', ia mengulangnya tujuh kali atau sepuluh kali, dan apabila sampai pada firman-Nya 'Awa laisal-
Baris 33
ladzī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā an yakhluqa mitslahum balā yukarriruhā arba‘a marrātin tsumma yaqra’u ilā ākhirihā fabalagha
ladzi khalaqas-samawati wal-ardha biqadirin 'ala an yakhluqa mitslahum balaa', ia mengulangnya empat kali, kemudian membaca sampai akhir surah, maka jumlahnya mencapai
Baris 34
al-majmū‘u iḥdā wa arba‘īna wa man qara’as-sūrata ‘alā hādzat-tartībi sab‘a marrātin yaḥṣulu murāduhū wa maqṣūduhū hākadzā
empat puluh satu kali keseluruhannya. Dan barangsiapa membaca surah ini dengan susunan demikian sebanyak tujuh kali, niscaya akan tercapai maksud dan tujuannya. Demikianlah
Baris 35
ukhidzatil-ijāzatu ‘anis-masyāyikhi ( akhrajal-imāmuts-tsa‘labiyyu fī tafsīrihī ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man
ijazah ini diambil dari para guru/masyaikh. (Imam Ats-Tsa'labi mengeluarkan di dalam tafsirnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa
Baris 36
kataba yāsīn wa syaribahā adkhalat jaufahū alfa dawā’in wa alfa yaqīnin wa alfa ra’fatin wa alfa raḥmatin wa nuzi‘a minhu kullu dā’in
menulis Yasin lalu meminumnya, niscaya akan dimasukkan ke dalam rongga dadanya seribu obat, seribu keyakinan, seribu belas kasih, seribu rahmat, dan akan dicabut darinya segala penyakit
Baris 37
wa ghillin fīl-mustadraki ‘an abī ja‘farin muḥammadi bni ‘aliyyin qāla man wajada fī qalbihī qaswatan fal-yaktub yāsīn fī jāmi zujājin
dan kedengkian. Di dalam Al-Mustadrak dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali, ia berkata, "Barangsiapa mendapatkan kekerasan di dalam hatinya, maka hendaklah ia menulis Yasin pada cawan kaca
Baris 38
biza‘farānin tsumma yasyrabuhū kadzā fīl-itqāni ( wa man ) kataba yāsīn bimā’i wardin wa za‘farānin sab‘a marrātin wa yasyrabuhā sab‘ata ayyāmin
dengan air za'faran kemudian meminumnya." Demikian di dalam Al-Itqan. (Dan barangsiapa) menulis Yasin dengan air mawar dan za'faran sebanyak tujuh kali, lalu meminumnya selama tujuh hari
Baris 39
mutawāliyātin kulla yaumin marratan wāḥidatan wa ‘ā mā sami‘a wa ghāba man yunāẓiruhū wa ‘aẓuma fīl-a‘yuni kadzā fid-durrin-naẓīmi ( wa man )
berturut-turut, setiap hari satu kali, niscaya ia akan hafal apa yang ia dengar, mengalahkan orang yang mendebatnya, serta ia menjadi agung di mata manusia. Demikian di dalam Ad-Durr An-Nazhim. (Dan barangsiapa)
...kiamat, Tuhan berfirman: "Wahai hamba-Ku, masuklah dari sebelah kananmu ke dalam surga." (t) (Al-Falaq dan An-Nas) "Maukah aku ajarkan kepadamu dua surah terbaik yang dibaca?" (d s) "Bacalah keduanya, dan kamu tidak akan pernah membaca yang semisal dengan keduanya." Dan adalah (Nabi) shallallahu 'alaihi wasallam memohon perlindungan dari jin dan penyakit ain manusia dengan keduanya, dan meninggalkan selain keduanya. (t) (s q) "Tidaklah pemohon meminta dan tidak pula orang yang memohon perlindungan berlindung dengan yang semisal keduanya." (s) (mas) "Bacalah keduanya setiap kali kamu tidur dan setiap kali kamu bangun." (mas) "Bacalah Qul a'udzu bi rabbil-falaq, karena sesungguhnya kamu tidak akan membaca suatu surah yang lebih dicintai oleh Allah dan lebih mendalam di sisi-Nya daripada surah tersebut. Maka jika kamu mampu untuk tidak melewatkannya, lakukanlah. Kamu tidak akan membaca sesuatu yang lebih mendalam di sisi Allah daripada Qul a'udzu bi rabbil-falaq." "Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan malam ini, yang belum pernah terlihat yang semisal dengannya sama sekali? Yaitu Al-Falaq dan An-Nas." (m t s) * Dan doa-doa yang tidak dikhususkan dengan waktu ataupun sebab: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar