Baris 1:
ghafarallāhu lihādzā (wa ruwiya) ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man arāda an yu’addiya dainahū wa yasytariya nafsahū minan-nāri falyu‘ṭi
"Semoga Allah mengampuni orang ini." Dan (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa ingin melunasi utangnya dan menebus dirinya dari neraka, maka hendaklah ia memberi
Baris 2:
itsnā ‘asyara alfa dirhamin faqīla yā rasūlallāhi wa man lam yakun lahud-darāhimu fakaifa dzāka qāla falyaqra’ itsnā ‘asyara alfa marratin qul huwallāhu
dua belas ribu dirham." Maka ditanyakan, "Wahai Rasulullah, barangsiapa yang tidak memiliki dirham, lalu bagaimana dengan hal itu?" Beliau bersabda, "Maka hendaklah ia membaca dua belas ribu kali Qul huwal-
Baris 3:
lāhu aḥad kadzā fī tafsīril-ḥanafiyyi (wa ruwiya) anna man qara’a qul huwallāhu aḥad ma‘at-tasmiyati fa’innallāha ta‘ālā yaghfiru
lahu ahad." Demikian dalam Tafsir Al-Hanafi. Dan (diriwayatkan) bahwa barangsiapa membaca Qul huwallahu ahad beserta basmalah, sesungguhnya Allah Ta'ala akan mengampuni
Baris 4:
liqāri’ihā dzunūba khamsīna sanatan (wa ruwiya) annallāha ta‘ālā yaghfiru lakum bikulli āyatin minhā dzunūba khamsīna sanatan
bagi pembacanya dosa-dosa lima puluh tahun. Dan (diriwayatkan) bahwa Allah Ta'ala mengampuni bagi kalian dengan setiap ayat darinya dosa-dosa lima puluh tahun.
Baris 5:
( faṣlun fī aqwāli ahlil-khawāṣṣi fī ẓuhūrit-tajalliyāti wal-asrāri biqirā’ati sūratil-ikhlāṣi )
(Pasal mengenai pendapat para ahli khawas tentang tampaknya tajalli dan rahasia-rahasia dengan membaca surah Al-Ikhlas)
Baris 6:
annahū kāna ‘alaihiṣ-ṣalātu was-salāmu yaqra’u sūratal-ikhlāṣi ma‘al-mu‘awwidzataini wa yanfutsu ‘alā yadaihi wa yamsāḥu bihimā ‘alā
bahwa beliau 'alaihisshalatu wassalam biasa membaca surah Al-Ikhlas beserta Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), lalu meniup ke kedua tangannya dan mengusapkannya ke
Baris 7:
jasadihī ‘indan-naumi idzā kāna waji‘an wa ya’muru bidzālika ( fā’idatun jalīlatun wa khawāṣṣun ‘ajībatun wa asrārun gharībatun )
tubuhnya ketika hendak tidur apabila sedang sakit, dan beliau memerintahkan hal itu. (Faedah yang agung, khasiat yang menakjubkan, dan rahasia yang asing)
Baris 8:
qirā’atu sūratil-ikhlāṣi alfan wa wāḥidatan fī majlisin wāḥidin bibasmalatin wāḥidatin fī awwalihā faqaṭ dūna
membaca surah Al-Ikhlas sebanyak seribu satu kali dalam satu majelis dengan satu kali basmalah di permulaannya saja tanpa
Baris 9:
ghairihā wa an lā yufaṣṣala bikalamid-dun-yā fī atsnā’il-qirā’ati huwal-ismul-a‘ẓamu kadzā dzakarahū nuṣratu
yang lainnya, dan tidak diselingi dengan perkataan dunia di tengah-tengah membaca, ia adalah Ismul A'zham (Nama Teragung). Demikian disebutkan oleh Nusrat
Baris 10:
afandī wa qāla ba‘ḍul-‘ulamā’i man wāẓaba ‘alā qirā’atihā nāla kulla khairin wa amina min kulli syarrin fid-dun-yā
Efendi. Dan sebagian ulama berkata, "Barangsiapa membiasakan membacanya, ia akan memperoleh segala kebaikan dan aman dari segala keburukan di dunia
Baris 11:
wal-ākhirati wa man qara’ahā wa huwa jā’i‘un syabi‘a aw ‘aṭsyānu rawiya intahā wa yuftaḥu liqāri’i sūratil-ikhlāṣi
dan akhirat. Dan barangsiapa membacanya sedang ia lapar maka ia akan kenyang, atau haus maka ia akan segar." Selesai. Dan akan dibukakan bagi pembaca surah Al-Ikhlas
Baris 12:
‘alād-dawāmi bābut-tajallī wa ‘alāmatuhū an yaral-ḥaqqa yatajallā lahū fī jamī‘il-maujūdāti tajalliya ījādin wa ibdā‘in
secara terus-menerus pintu tajalli, dan tandanya adalah ia melihat Al-Haqq (Allah) bertajalli kepadanya pada seluruh yang ada, sebagai tajalli penciptaan dan inovasi
Baris 13:
wakhtirā‘in wa anna mā siwāhu yuwaḥḥiduhū binau‘il-wujūdi fīhi wa qad kamulat fīhi alsinatul-maujūdāti fayuwaḥḥidullāha ta‘ālā
serta penemuan, dan bahwa apa pun selain-Nya mengesakan-Nya dengan jenis keberadaan di dalamnya, dan sungguh telah sempurna padanya lisan-lisan makhluk yang ada, maka ia mengesakan Allah Ta'ala
Baris 14:
biḥarakatihī ‘adada man waḥḥadahū wa bisukūnihī ‘adada man lam yuwaḥḥidhū wa in kānatil-ḥaqā’iqu kullahā lillāhi ta‘ālā yaqūlūna wa in
dengan gerakannya sebanyak jumlah orang yang mengesakan-Nya, dan dengan diamnya sebanyak jumlah orang yang tidak mengesakan-Nya, walaupun hakikat semuanya adalah milik Allah Ta'ala, mereka berkata: "Dan tidak ada
Baris 15:
min syai’in illā yusabbiḥu biḥamdihī fahādzā yuwaḥḥidullāha ta‘ālā bijarri man waḥḥadahū wa yasri man lam yuwaḥḥidhū fahuwa quṭbut-tauḥīdi
sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya." Maka orang ini mengesakan Allah Ta'ala dengan menarik orang yang mengesakan-Nya dan mengalirkan orang yang tidak mengesakan-Nya, maka ia adalah poros tauhid
Baris 16:
wa bāṭinut-tafrīdi wa waẓīfatut-tajrīdi fahā’ulā’i syāhadū tajalliyal-ḥaqqi ta‘ālā fī iẓhārit-tauḥīdi bikulli lisānin
dan batin dari tafarruq (penyendirian) serta tugas tajrid (pemurnian). Mereka inilah yang menyaksikan tajalli Al-Haqq Ta'ala dalam menampakkan tauhid dengan setiap lisan
Baris 17:
wa bikulli lughatin * wa qāla ba‘ḍuhum ḥaqīqatu dzikri sūratil-ikhlāṣi wujūdul-khalāṣi wats-tsubūtu ‘indal-qiṣāṣi
dan dengan setiap bahasa. * Dan sebagian mereka berkata: "Hakikat penyebutan surah Al-Ikhlas adalah adanya keselamatan (keikhlasan) dan keteguhan di saat qishash (pembalasan)
Baris 18:
alladzī yaqra’ul-qur’āna ‘alā tsalātsati anfāsin qālallāhu ta‘ālā syahidallāhu annahū lā ilāha illā huwa wal-malā’ikatu wa ulul-‘ilmi
yang membaca Al-Qur'an dengan tiga napas." Allah Ta'ala berfirman: "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu
Baris 19:
qā’iman bil-qisṭi fahādzihī ḥaqīqatut-tajallī fīl-ikhlāṣi kadzā fī hidāyatil-wāṣilīna lisy-syaikhib-būniyyi raḥimahullāhu
juga menyatakan demikian." Maka ini adalah hakikat tajalli dalam keikhlasan, demikian dalam Hidâyatul Wâshilîn karya Syaikh Al-Buni rahimahullah
Baris 20:
ta‘ālā ( wa qāla ) asy-syaikhu innar-rūḥāniyya ya’tī fī yaumin aw yaqẓatihī fīl-yaqẓati biḥasbi sti‘dādil-murīdi faba‘ḍur-rūḥāni
Ta'ala. (Dan Syaikh berkata) sesungguhnya makhluk ruhani akan datang pada suatu hari atau saat terjaganya dalam keadaan terjaga sesuai kesiapan sang murid, sebagian ruhani
Baris 21:
ya’tī nūran aḥḍara wa ba‘ḍuhum ya’tī mitslal-barqil-khāṭifi wa ba‘ḍuhum ya’tī kabarqi nūril-mir’āti wa ba‘ḍuhum yatasya-kkalu min dzālika
datang berupa cahaya hijau, sebagiannya datang laksana kilat yang menyambar, sebagiannya datang bagai kilatan cahaya cermin, dan sebagiannya mewujud dari hal itu
Baris 22:
ṣūratun ka’annahā ḍau’ul-qamari ‘alā ṣūratin syattā wa min dzālika mā yurā ṭuyūrun khuḍrun wa bīḍun wa jauharuhum kawujūhil-ādamiyyi
suatu rupa seakan-akan cahaya rembulan dalam berbagai rupa. Dan di antaranya ada yang terlihat berupa burung-burung hijau dan putih, sedangkan esensi mereka seperti wajah manusia
Baris 23:
wa hum yukhāṭibūna bikhtilāfil-lughāti wa ba‘ḍuhum ya’tī bisy-syarābi wa yu‘ṭal-murīda idzā syaribal-murīdu minhu yurfa‘ul-ḥijābu
dan mereka berbicara dengan bermacam-macam bahasa. Sebagiannya datang membawa minuman dan diberikan kepada murid, yang mana jika murid meminumnya maka tersingkaplah hijab (penghalang batin)
Baris 24:
‘anhu wa lahul-inkisyāfut-tāmmu wa khawāriqul-‘ādāti wa lākin dzālikasy-syarāba yaḥriqul-murīda fa‘alaihi bikatsratiṣ-ṣalāti ‘alan-nabiyyi
darinya, dan baginya tersingkapnya tabir secara sempurna serta perkara luar biasa (karamah), namun minuman tersebut dapat membakar sang murid, maka wajib atasnya memperbanyak shalawat kepada Nabi
Baris 25:
ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama lidaf‘i ḥarāratihī wa dzālikasy-syarābu yaqa‘u katsīran ‘alā mudāwami sūratil-ikhlāṣi kulla yaumin alfa marratin
shallallahu 'alaihi wasallam untuk meredakan panasnya. Dan minuman itu banyak terjadi pada orang yang mendawamkan surah Al-Ikhlas setiap hari seribu kali
Baris 26:
aw biz-ziyādati kadzā fī asrārir-riyāḍāti ( wa ruwiya ) ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla innallāha ta‘ālā akhaṣṣa
atau lebih dari itu. Demikian dalam Asrar Ar-Riyadhat. Dan (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mengistimewakan
Baris 27:
likhawāṣṣi ‘ibādihī syarāban fa’idzā syaribū sakirū wa idzā sakirū ṭābū wa idzā ṭābū ṭārū wa idzā ṭārū
bagi hamba-hamba-Nya yang khusus suatu minuman, yang apabila mereka meminumnya mereka mabuk (terpana), dan apabila mereka mabuk mereka menjadi tenang, dan apabila mereka tenang mereka terbang, dan apabila mereka terbang
Baris 28:
ṭārū balaghū wa idzā balaghū waṣalū wa idzā waṣalū ttaṣalū wa idzā ttaṣalū nfaṣalū wa idzā nfaṣalū fanū
mereka sampai, dan apabila mereka sampai mereka wushul, dan apabila mereka wushul mereka tersambung, dan apabila mereka tersambung mereka terpisah, dan apabila mereka terpisah mereka fana
Baris 29:
wa idzā fanū baqū wa idzā baqū ṣārū mulūkan wa hum fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkin muqtadirin ( wa fī ḥadītsin ākhar ) ‘anhu
dan apabila mereka fana mereka kekal, dan apabila mereka kekal jadilah mereka raja-raja, sedang mereka berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. (Dan dalam hadits lain) dari beliau
Baris 30:
ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla innallāha ta‘ālā a‘adda akhbarahū li’ahli ma‘rifatihī fa’idzā syaribū ṭaribū wa idzā ṭaribū qāmū wa idzā qāmū
shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala menyediakan khabar-Nya bagi ahli makrifat-Nya, maka apabila mereka minum mereka gembira, dan apabila gembira mereka bangkit, dan apabila bangkit
Baris 31:
hāmū wa idzā hāmū ṭāsyū wa idzā ṭāsyū ‘āsyū wa idzā ‘āsyū ṭārū wa idzā ṭārū ṭalabū wa idzā ṭalabū wajadū
mereka berkelana, dan apabila mereka berkelana mereka takjub, dan apabila mereka takjub mereka hidup, dan apabila mereka hidup mereka terbang, dan apabila mereka terbang mereka mencari, dan apabila mereka mencari mereka menemukan,
Baris 32:
wa idzā wajadū nazalū wa idzā nazalū akhlaṣū wa idzā akhlaṣū waṣalū wa idzā waṣalū ttaṣalū wa idzā ttaṣalū ghābū wa idzā
dan apabila mereka menemukan mereka singgah, dan apabila mereka singgah mereka tulus, dan apabila mereka tulus mereka wushul, dan apabila mereka wushul mereka bersatu, dan apabila mereka bersatu mereka gaib, dan apabila
Baris 33:
ghābū fuqidū wa idzā fuqidū fanū wa idzā fanū baqū wa idzā baqū lā farqa bainī wa bainahum kadzā fī wasīlatil-ijābati lil-isḥāqi
mereka gaib mereka hilang, dan apabila mereka hilang mereka fana, dan apabila mereka fana mereka baqa, dan apabila mereka baqa tidak ada perbedaan antara aku dan mereka. Demikian dalam Wasilatil Ijabah karya Al-Ishaqi
Baris 34:
al-kirmāniyyi qaddasallāhu ta‘ālā asrārahu wa ḥukiya anna waliyya-l-baṣrati ra’ā fī-l-manāmi tsābitan al-bunāniyya raḥmatullāhi ta‘ālā ka’annahū yaṭīru
Al-Kirmani (semoga Allah mensucikan rahasia batinnya). Dan dikisahkan bahwa gubernur Basrah melihat dalam mimpi Tsabit Al-Bunani rahimahullāhu Ta'ala seolah-olah ia terbang
Baris 35:
ma‘al-malā’ikati faqāla lahū bi’ayyi syai’in wajadta hādzinil-manzilatasy-syarīfata faqāla biṣ-ṣabri wasy-syukri wa katsrati qirā’ati qul huwallāhu aḥad
bersama para malaikat, lalu ia bertanya kepadanya, "Dengan sebab apa engkau mendapatkan kedudukan yang mulia ini?" Ia menjawab, "Dengan kesabaran, kesyukuran, dan banyaknya membaca Qul huwallahu ahad."
Baris 36:
( faṣlul-khawāṣṣi fī kitābati sūratil-ikhlāṣi ) man kāna lahū amrun muhimmun ‘asura ‘alaihi taḥṣīluhū aw daf‘uhū wa kataba
(Pasal mengenai khasiat menulis surah Al-Ikhlas) Barangsiapa yang memiliki urusan penting yang sulit baginya untuk dicapai atau ditolak, lalu ia menulis
Baris 37:
sūratal-ikhlāṣi ma‘al-basmalati alfa marratin sāra‘allāhu biqaḍā’i ḥawā’ijihī wa hiya minal-mujarrabāti wa man katabahā ma‘ahā
surah Al-Ikhlas beserta basmalah sebanyak seribu kali, maka Allah akan menyegerakan dalam menunaikan hajat-hajatnya, dan ini termasuk hal-hal yang telah teruji secara nyata. Dan barangsiapa menulisnya bersamanya...
seorang laki-laki yang menginginkan Allah dan negeri
akhirat, melainkan diampuni baginya. Bacalah ia
atas orang-orang mati di antara kalian. (s q hub)
matahari terbit atasnya. (kh m)
(t) Tabarakal-Mulk adalah tiga puluh ayat
yang memberikan syafaat bagi seseorang hingga ia diampuni.
(hub 'ah mas) Ia memohonkan ampunan
bagi pembacanya hingga Allah mengampuninya.
(hub) "Dan aku sangat menginginkan sekiranya ia ada di dalam hati
setiap orang mukmin." (mas) Seseorang akan didatangi
di dalam kuburnya, lalu kedua kakinya didatangi, maka keduanya berkata:
"Tidak ada jalan bagi kalian, sesungguhnya ia dahulu
membaca surah Al-Mulk bersamaku." Kemudian ia didatangi
dari arah dadanya atau dari perutnya, kemudian
didatangi dari arah kepalanya, masing-masing dari anggota tubuh itu
berkata demikian. Maka surah tersebut mencegah dari azab
kubur, dan ia di dalam Taurat (disebutkan bahwa) barangsiapa
membacanya pada suatu malam, maka sungguh ia telah berbuat banyak
dan berbuat baik. (mu mas) Apabila
(surah) Idza Zulzilat sebanding dengan seperempat Al-Qur'an,
(atau) menyamai setengah Al-Qur'an. (t mas)
"Wahai Rasulullah, bacakanlah kepadaku sebuah surah
yang padat dan mencakup semuanya." Maka beliau membacakannya Idza Zulzilat
hingga selesai darinya, lalu orang itu berkata, "Demi Dzat yang
mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambah di atasnya
selamanya." Kemudian laki-laki itu berbalik pergi, lalu bersabda
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar