Sabtu, 25 Juli 2026

Kitāb Khazīnat al-Asrār halaman 165

 


Baris 1:

ghafarallāhu lihādzā (wa ruwiya) ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla man arāda an yu’addiya dainahū wa yasytariya nafsahū minan-nāri falyu‘ṭi

"Semoga Allah mengampuni orang ini." Dan (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa ingin melunasi utangnya dan menebus dirinya dari neraka, maka hendaklah ia memberi

Baris 2:

itsnā ‘asyara alfa dirhamin faqīla yā rasūlallāhi wa man lam yakun lahud-darāhimu fakaifa dzāka qāla falyaqra’ itsnā ‘asyara alfa marratin qul huwallāhu

dua belas ribu dirham." Maka ditanyakan, "Wahai Rasulullah, barangsiapa yang tidak memiliki dirham, lalu bagaimana dengan hal itu?" Beliau bersabda, "Maka hendaklah ia membaca dua belas ribu kali Qul huwal-

Baris 3:

lāhu aḥad kadzā fī tafsīril-ḥanafiyyi (wa ruwiya) anna man qara’a qul huwallāhu aḥad ma‘at-tasmiyati fa’innallāha ta‘ālā yaghfiru

lahu ahad." Demikian dalam Tafsir Al-Hanafi. Dan (diriwayatkan) bahwa barangsiapa membaca Qul huwallahu ahad beserta basmalah, sesungguhnya Allah Ta'ala akan mengampuni

Baris 4:

liqāri’ihā dzunūba khamsīna sanatan (wa ruwiya) annallāha ta‘ālā yaghfiru lakum bikulli āyatin minhā dzunūba khamsīna sanatan

bagi pembacanya dosa-dosa lima puluh tahun. Dan (diriwayatkan) bahwa Allah Ta'ala mengampuni bagi kalian dengan setiap ayat darinya dosa-dosa lima puluh tahun.

Baris 5:

( faṣlun fī aqwāli ahlil-khawāṣṣi fī ẓuhūrit-tajalliyāti wal-asrāri biqirā’ati sūratil-ikhlāṣi )

(Pasal mengenai pendapat para ahli khawas tentang tampaknya tajalli dan rahasia-rahasia dengan membaca surah Al-Ikhlas)

Baris 6:

annahū kāna ‘alaihiṣ-ṣalātu was-salāmu yaqra’u sūratal-ikhlāṣi ma‘al-mu‘awwidzataini wa yanfutsu ‘alā yadaihi wa yamsāḥu bihimā ‘alā

bahwa beliau 'alaihisshalatu wassalam biasa membaca surah Al-Ikhlas beserta Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), lalu meniup ke kedua tangannya dan mengusapkannya ke

Baris 7:

jasadihī ‘indan-naumi idzā kāna waji‘an wa ya’muru bidzālika ( fā’idatun jalīlatun wa khawāṣṣun ‘ajībatun wa asrārun gharībatun )

tubuhnya ketika hendak tidur apabila sedang sakit, dan beliau memerintahkan hal itu. (Faedah yang agung, khasiat yang menakjubkan, dan rahasia yang asing)

Baris 8:

qirā’atu sūratil-ikhlāṣi alfan wa wāḥidatan fī majlisin wāḥidin bibasmalatin wāḥidatin fī awwalihā faqaṭ dūna

membaca surah Al-Ikhlas sebanyak seribu satu kali dalam satu majelis dengan satu kali basmalah di permulaannya saja tanpa

Baris 9:

ghairihā wa an lā yufaṣṣala bikalamid-dun-yā fī atsnā’il-qirā’ati huwal-ismul-a‘ẓamu kadzā dzakarahū nuṣratu

yang lainnya, dan tidak diselingi dengan perkataan dunia di tengah-tengah membaca, ia adalah Ismul A'zham (Nama Teragung). Demikian disebutkan oleh Nusrat

Baris 10:

afandī wa qāla ba‘ḍul-‘ulamā’i man wāẓaba ‘alā qirā’atihā nāla kulla khairin wa amina min kulli syarrin fid-dun-yā

Efendi. Dan sebagian ulama berkata, "Barangsiapa membiasakan membacanya, ia akan memperoleh segala kebaikan dan aman dari segala keburukan di dunia

Baris 11:

wal-ākhirati wa man qara’ahā wa huwa jā’i‘un syabi‘a aw ‘aṭsyānu rawiya intahā wa yuftaḥu liqāri’i sūratil-ikhlāṣi

dan akhirat. Dan barangsiapa membacanya sedang ia lapar maka ia akan kenyang, atau haus maka ia akan segar." Selesai. Dan akan dibukakan bagi pembaca surah Al-Ikhlas

Baris 12:

‘alād-dawāmi bābut-tajallī wa ‘alāmatuhū an yaral-ḥaqqa yatajallā lahū fī jamī‘il-maujūdāti tajalliya ījādin wa ibdā‘in

secara terus-menerus pintu tajalli, dan tandanya adalah ia melihat Al-Haqq (Allah) bertajalli kepadanya pada seluruh yang ada, sebagai tajalli penciptaan dan inovasi

Baris 13:

wakhtirā‘in wa anna mā siwāhu yuwaḥḥiduhū binau‘il-wujūdi fīhi wa qad kamulat fīhi alsinatul-maujūdāti fayuwaḥḥidullāha ta‘ālā

serta penemuan, dan bahwa apa pun selain-Nya mengesakan-Nya dengan jenis keberadaan di dalamnya, dan sungguh telah sempurna padanya lisan-lisan makhluk yang ada, maka ia mengesakan Allah Ta'ala

Baris 14:

biḥarakatihī ‘adada man waḥḥadahū wa bisukūnihī ‘adada man lam yuwaḥḥidhū wa in kānatil-ḥaqā’iqu kullahā lillāhi ta‘ālā yaqūlūna wa in

dengan gerakannya sebanyak jumlah orang yang mengesakan-Nya, dan dengan diamnya sebanyak jumlah orang yang tidak mengesakan-Nya, walaupun hakikat semuanya adalah milik Allah Ta'ala, mereka berkata: "Dan tidak ada

Baris 15:

min syai’in illā yusabbiḥu biḥamdihī fahādzā yuwaḥḥidullāha ta‘ālā bijarri man waḥḥadahū wa yasri man lam yuwaḥḥidhū fahuwa quṭbut-tauḥīdi

sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya." Maka orang ini mengesakan Allah Ta'ala dengan menarik orang yang mengesakan-Nya dan mengalirkan orang yang tidak mengesakan-Nya, maka ia adalah poros tauhid

Baris 16:

wa bāṭinut-tafrīdi wa waẓīfatut-tajrīdi fahā’ulā’i syāhadū tajalliyal-ḥaqqi ta‘ālā fī iẓhārit-tauḥīdi bikulli lisānin

dan batin dari tafarruq (penyendirian) serta tugas tajrid (pemurnian). Mereka inilah yang menyaksikan tajalli Al-Haqq Ta'ala dalam menampakkan tauhid dengan setiap lisan

Baris 17:

wa bikulli lughatin * wa qāla ba‘ḍuhum ḥaqīqatu dzikri sūratil-ikhlāṣi wujūdul-khalāṣi wats-tsubūtu ‘indal-qiṣāṣi

dan dengan setiap bahasa. * Dan sebagian mereka berkata: "Hakikat penyebutan surah Al-Ikhlas adalah adanya keselamatan (keikhlasan) dan keteguhan di saat qishash (pembalasan)

Baris 18:

alladzī yaqra’ul-qur’āna ‘alā tsalātsati anfāsin qālallāhu ta‘ālā syahidallāhu annahū lā ilāha illā huwa wal-malā’ikatu wa ulul-‘ilmi

yang membaca Al-Qur'an dengan tiga napas." Allah Ta'ala berfirman: "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu

Baris 19:

qā’iman bil-qisṭi fahādzihī ḥaqīqatut-tajallī fīl-ikhlāṣi kadzā fī hidāyatil-wāṣilīna lisy-syaikhib-būniyyi raḥimahullāhu

juga menyatakan demikian." Maka ini adalah hakikat tajalli dalam keikhlasan, demikian dalam Hidâyatul Wâshilîn karya Syaikh Al-Buni rahimahullah

Baris 20:

ta‘ālā ( wa qāla ) asy-syaikhu innar-rūḥāniyya ya’tī fī yaumin aw yaqẓatihī fīl-yaqẓati biḥasbi sti‘dādil-murīdi faba‘ḍur-rūḥāni

Ta'ala. (Dan Syaikh berkata) sesungguhnya makhluk ruhani akan datang pada suatu hari atau saat terjaganya dalam keadaan terjaga sesuai kesiapan sang murid, sebagian ruhani

Baris 21:

ya’tī nūran aḥḍara wa ba‘ḍuhum ya’tī mitslal-barqil-khāṭifi wa ba‘ḍuhum ya’tī kabarqi nūril-mir’āti wa ba‘ḍuhum yatasya-kkalu min dzālika

datang berupa cahaya hijau, sebagiannya datang laksana kilat yang menyambar, sebagiannya datang bagai kilatan cahaya cermin, dan sebagiannya mewujud dari hal itu

Baris 22:

ṣūratun ka’annahā ḍau’ul-qamari ‘alā ṣūratin syattā wa min dzālika mā yurā ṭuyūrun khuḍrun wa bīḍun wa jauharuhum kawujūhil-ādamiyyi

suatu rupa seakan-akan cahaya rembulan dalam berbagai rupa. Dan di antaranya ada yang terlihat berupa burung-burung hijau dan putih, sedangkan esensi mereka seperti wajah manusia

Baris 23:

wa hum yukhāṭibūna bikhtilāfil-lughāti wa ba‘ḍuhum ya’tī bisy-syarābi wa yu‘ṭal-murīda idzā syaribal-murīdu minhu yurfa‘ul-ḥijābu

dan mereka berbicara dengan bermacam-macam bahasa. Sebagiannya datang membawa minuman dan diberikan kepada murid, yang mana jika murid meminumnya maka tersingkaplah hijab (penghalang batin)

Baris 24:

‘anhu wa lahul-inkisyāfut-tāmmu wa khawāriqul-‘ādāti wa lākin dzālikasy-syarāba yaḥriqul-murīda fa‘alaihi bikatsratiṣ-ṣalāti ‘alan-nabiyyi

darinya, dan baginya tersingkapnya tabir secara sempurna serta perkara luar biasa (karamah), namun minuman tersebut dapat membakar sang murid, maka wajib atasnya memperbanyak shalawat kepada Nabi

Baris 25:

ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama lidaf‘i ḥarāratihī wa dzālikasy-syarābu yaqa‘u katsīran ‘alā mudāwami sūratil-ikhlāṣi kulla yaumin alfa marratin

shallallahu 'alaihi wasallam untuk meredakan panasnya. Dan minuman itu banyak terjadi pada orang yang mendawamkan surah Al-Ikhlas setiap hari seribu kali

Baris 26:

aw biz-ziyādati kadzā fī asrārir-riyāḍāti ( wa ruwiya ) ‘anin-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla innallāha ta‘ālā akhaṣṣa

atau lebih dari itu. Demikian dalam Asrar Ar-Riyadhat. Dan (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala mengistimewakan

Baris 27:

likhawāṣṣi ‘ibādihī syarāban fa’idzā syaribū sakirū wa idzā sakirū ṭābū wa idzā ṭābū ṭārū wa idzā ṭārū

bagi hamba-hamba-Nya yang khusus suatu minuman, yang apabila mereka meminumnya mereka mabuk (terpana), dan apabila mereka mabuk mereka menjadi tenang, dan apabila mereka tenang mereka terbang, dan apabila mereka terbang

Baris 28:

ṭārū balaghū wa idzā balaghū waṣalū wa idzā waṣalū ttaṣalū wa idzā ttaṣalū nfaṣalū wa idzā nfaṣalū fanū

mereka sampai, dan apabila mereka sampai mereka wushul, dan apabila mereka wushul mereka tersambung, dan apabila mereka tersambung mereka terpisah, dan apabila mereka terpisah mereka fana

Baris 29:

wa idzā fanū baqū wa idzā baqū ṣārū mulūkan wa hum fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkin muqtadirin ( wa fī ḥadītsin ākhar ) ‘anhu

dan apabila mereka fana mereka kekal, dan apabila mereka kekal jadilah mereka raja-raja, sedang mereka berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. (Dan dalam hadits lain) dari beliau

Baris 30:

ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama annahū qāla innallāha ta‘ālā a‘adda akhbarahū li’ahli ma‘rifatihī fa’idzā syaribū ṭaribū wa idzā ṭaribū qāmū wa idzā qāmū

shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala menyediakan khabar-Nya bagi ahli makrifat-Nya, maka apabila mereka minum mereka gembira, dan apabila gembira mereka bangkit, dan apabila bangkit

Baris 31:

hāmū wa idzā hāmū ṭāsyū wa idzā ṭāsyū ‘āsyū wa idzā ‘āsyū ṭārū wa idzā ṭārū ṭalabū wa idzā ṭalabū wajadū

mereka berkelana, dan apabila mereka berkelana mereka takjub, dan apabila mereka takjub mereka hidup, dan apabila mereka hidup mereka terbang, dan apabila mereka terbang mereka mencari, dan apabila mereka mencari mereka menemukan,

Baris 32:

wa idzā wajadū nazalū wa idzā nazalū akhlaṣū wa idzā akhlaṣū waṣalū wa idzā waṣalū ttaṣalū wa idzā ttaṣalū ghābū wa idzā

dan apabila mereka menemukan mereka singgah, dan apabila mereka singgah mereka tulus, dan apabila mereka tulus mereka wushul, dan apabila mereka wushul mereka bersatu, dan apabila mereka bersatu mereka gaib, dan apabila

Baris 33:

ghābū fuqidū wa idzā fuqidū fanū wa idzā fanū baqū wa idzā baqū lā farqa bainī wa bainahum kadzā fī wasīlatil-ijābati lil-isḥāqi

mereka gaib mereka hilang, dan apabila mereka hilang mereka fana, dan apabila mereka fana mereka baqa, dan apabila mereka baqa tidak ada perbedaan antara aku dan mereka. Demikian dalam Wasilatil Ijabah karya Al-Ishaqi

Baris 34:

al-kirmāniyyi qaddasallāhu ta‘ālā asrārahu wa ḥukiya anna waliyya-l-baṣrati ra’ā fī-l-manāmi tsābitan al-bunāniyya raḥmatullāhi ta‘ālā ka’annahū yaṭīru

Al-Kirmani (semoga Allah mensucikan rahasia batinnya). Dan dikisahkan bahwa gubernur Basrah melihat dalam mimpi Tsabit Al-Bunani rahimahullāhu Ta'ala seolah-olah ia terbang

Baris 35:

ma‘al-malā’ikati faqāla lahū bi’ayyi syai’in wajadta hādzinil-manzilatasy-syarīfata faqāla biṣ-ṣabri wasy-syukri wa katsrati qirā’ati qul huwallāhu aḥad

bersama para malaikat, lalu ia bertanya kepadanya, "Dengan sebab apa engkau mendapatkan kedudukan yang mulia ini?" Ia menjawab, "Dengan kesabaran, kesyukuran, dan banyaknya membaca Qul huwallahu ahad."

Baris 36:

( faṣlul-khawāṣṣi fī kitābati sūratil-ikhlāṣi ) man kāna lahū amrun muhimmun ‘asura ‘alaihi taḥṣīluhū aw daf‘uhū wa kataba

(Pasal mengenai khasiat menulis surah Al-Ikhlas) Barangsiapa yang memiliki urusan penting yang sulit baginya untuk dicapai atau ditolak, lalu ia menulis

Baris 37:

sūratal-ikhlāṣi ma‘al-basmalati alfa marratin sāra‘allāhu biqaḍā’i ḥawā’ijihī wa hiya minal-mujarrabāti wa man katabahā ma‘ahā

surah Al-Ikhlas beserta basmalah sebanyak seribu kali, maka Allah akan menyegerakan dalam menunaikan hajat-hajatnya, dan ini termasuk hal-hal yang telah teruji secara nyata. Dan barangsiapa menulisnya bersamanya...



seorang laki-laki yang menginginkan Allah dan negeri

akhirat, melainkan diampuni baginya. Bacalah ia

atas orang-orang mati di antara kalian. (s q hub)

matahari terbit atasnya. (kh m)

(t) Tabarakal-Mulk adalah tiga puluh ayat

yang memberikan syafaat bagi seseorang hingga ia diampuni.

(hub 'ah mas) Ia memohonkan ampunan

bagi pembacanya hingga Allah mengampuninya.

(hub) "Dan aku sangat menginginkan sekiranya ia ada di dalam hati

setiap orang mukmin." (mas) Seseorang akan didatangi

di dalam kuburnya, lalu kedua kakinya didatangi, maka keduanya berkata:

"Tidak ada jalan bagi kalian, sesungguhnya ia dahulu

membaca surah Al-Mulk bersamaku." Kemudian ia didatangi

dari arah dadanya atau dari perutnya, kemudian

didatangi dari arah kepalanya, masing-masing dari anggota tubuh itu

berkata demikian. Maka surah tersebut mencegah dari azab

kubur, dan ia di dalam Taurat (disebutkan bahwa) barangsiapa

membacanya pada suatu malam, maka sungguh ia telah berbuat banyak

dan berbuat baik. (mu mas) Apabila

(surah) Idza Zulzilat sebanding dengan seperempat Al-Qur'an,

(atau) menyamai setengah Al-Qur'an. (t mas)

"Wahai Rasulullah, bacakanlah kepadaku sebuah surah

yang padat dan mencakup semuanya." Maka beliau membacakannya Idza Zulzilat

hingga selesai darinya, lalu orang itu berkata, "Demi Dzat yang

mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambah di atasnya

selamanya." Kemudian laki-laki itu berbalik pergi, lalu bersabda

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar